Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 20.42 WIB

Mengenal 5 Kuliner Zaman Kolonial Belanda yang Masih Kerap Ditemui Di Indonesia, Ada yang Khas untuk Momen Lebaran!

Selat Solo, akulturasi kuliner Nusantara-Belanda yang kini jadi sajian khas Surakarta. (Radar Malioboro/Meitika Candra Lantiva) - Image

Selat Solo, akulturasi kuliner Nusantara-Belanda yang kini jadi sajian khas Surakarta. (Radar Malioboro/Meitika Candra Lantiva)

JawaPos.com – Selama lebih 350 tahun Belanda menjajah Indonesia, tidak bisa dipungkiri jika terdapat akulturasi budaya khususnya dalam hal makanan. Karena itu, banyak kuliner terkenal di Indonesia ternyata berasal dari negeri kincir angin. 

Tidak sedikit dari makanan tersebut telah berubah dari segi nama, rasa, dan bentuk, menyesuaikan dengan lidah lokal nusantara.

Kini, kuliner yang dulunya merupakan warisan Belanda telah membumi, dan menjadi makanan khas yang populer di Indonesia.

Berikut lima kuliner tradisional Indonesia yang terinspirasi dari era penjajahan Belanda

1. Klappertaart 

Siapa sangka makanan yang terkenal di Manado ini merupakan camilan yang terinspirasi dari makanan Belanda.

Klappertaart adalah hasil uji coba noni Belanda saat ingin membuat kue tart isi kelapa, yang kemudian dimodifikasi dengan ditambahkan kismis, bubuk kayu manis, susu, dan kenari. 

Kalppertaart memiliki rasa manis dan gurih sehingga sangat cocok untuk dijadikan makanan penutup. Selain rasanya yang gurih karena dominasi kelapa, camilan ini juga memiliki tekstur yang lembut. 

2. Selat Solo 

Warga Surakarta pastinya sudah tidak asing dengan makanan yang satu ini. Selat solo adalah hidangan dari daging sapi yang dilengkapi dengan sayur sayuran. Penyajiannya mirip dengan steak pada umumnya. Bedanya, bistik Jawa atau selat solo dihidangkan dengan kuah. 

Selat solo memiliki cerita yang menarik di belakangnya. Hidangan ini merupakan hasil karya koki istana Kasultanan yang menggabungkan makanan kesukaan Belanda yaitu steak, dan makanan favorit Sri Susuhunan yaitu nasi dan sayur. 

3. Lapis Legit 

Makanan yang dikenal dengan nama Belanda spekkoek, merupakan camilan manis yang diwariskan Belanda. Dulunya, lapis legit digunakan sebagai hidangan untuk menjamu tamu kolonial dan diberi nama rijsttafel. 

Sesuai dengan namanya, makanan ini memiliki rasa yang legit dan tampilannya yang berlapis.

Uniknya, lapis legit membutuhkan sekitar 20 kuning telur untuk satu porsi. Tak heran jika spikoe memiliki rasa legit dan lembut yang bikin ketagihan. 

4. Perkedel 

Makanan sederhana ini ternyata berasal dari negara yang terkenal dengan kincir anginnya. Olahan kentang yang satu ini memiliki nama asli frikadeller, namun kemudian namanya disesuaikan dengan masyarakat Indonesia sehingga berubah menjadi perkedel. 

Membuat perkedel hanya membutuhkan 2 bahan utama yaitu kentang dan telor. Meskipun hanya membutuhkan 2 bahan, hidangan ini menjadi lauk pendamping nasi yang disukai banyak orang. 

5. Kastengels 

Jajanan yang kerap ditemui saat hari raya Idul Fitri ini berasal dari Belanda. Teksturnya yang renyah gurih keju menjadi makanan favorit orang orang saat Idul Fitri. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore