
Chef asal Jepang memasak hidangan Jepang. (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com - Bagi Anda para pecinta kuliner Jepang, pasti tidak asing dengan istilah Oishii dan Umai atau Umami. Kedua istilah tersebut sering didengar atau diucapkan saat sebuah hidangan dianggap spesial, enak dan berhasil menggugah selera penikmatnya.
Menjelaskan mengenai Oishii dan Umai, Chef Shinji Akita, Head Chef Okuzono Japanese Dining Jakarta menyebut, Oishii dan Umai secara sederhana adalah ungkapan filosofis yang keluar ketika seseorang menyantap makanan Jepang yang begitu nikmat.
"Oishii dan Umami adalah dua ekspresi rasa yang paling khas dalam budaya makan Jepang," kaya Akita ditemui JawaPos.com saat peluncuran menu baru Okuzono di Jakarta, Rabu (23/4).
Lebih jauh, Oishii dan Umai dalam bahasa Jepang, keduanya berarti enak atau lezat dalam bahasa Indonesia. Namun secara penggunaan, keduanya memiliki sedikit perbedaan dalam nuansa dan konteksnya.
Oishii lebih umum dan dapat digunakan untuk menyatakan kesenangan pada rasa makanan atau minuman. Sementara Umai atau yang lebih sering terdengar seperti Umami, lebih menekankan pada kualitas rasa yang luar biasa dan seringkali digunakan untuk memuji rasa makanan yang dimasak.
Oishii bersifat lebih umum dan netral. Sedangkan Umai atau Umami memiliki nuansa yang lebih kuat dan cenderung digunakan untuk memuji.
Oishii dapat digunakan untuk makanan yang lezat secara umum. Sementara Umai lebih sering digunakan untuk makanan yang benar-benar luar biasa atau yang terasa sangat lezat.
Lebih jauh, Chef Akita dari Okuzono Jakarta juga menyebut kalau Oishii dan Umai juga memiliki makna sebagai filosofi makanan. Mengingat seperti di Indonesia, di Jepang, di setiap daerahnya juga memiliki berbagai cita rasa dan khas-nya dalam setiap masakan.
"Seperti di Okuzono, kami memiliki menu baru, Umo (gabungan Umai dan Oishii) yang merepresentasikan kepuasan rasa yang kaya dan menyentuh jiwa dari makanan Jepang. Umo menggabungkan kuliner yang menyajikan kisah, budaya, dan keramahan, untuk dinikmati bersama keluarga, rekan kerja, maupun sahabat," lanjut Chef Akita.
Umo di Okuzono Dining sendiri terdiri atas beberapa rangkaian menu. Lada peluncuran menu baru ini, terdapat lima hidangan utama (hero menu) yang khas seperti Hobayaki, terdiri atas ayam, daging sapi, atau seafood yang dipanggang di atas daun magnolia dengan olesan miso.
Lalu ada Salmon Cream Croquette, kroket renyah berisi salmon creamy, disajikan dengan saus tartar. Kemudian ada Tasmania Beef Shoyu Koji Yaki, daging sapi Tasmania yang dimarinasi dalam
shoyu koji fermentasi dan beberapa menu lainnya disertai hidangan penutup.
"Di Jepang, saat kita merasakan sesuatu yang benar-benar enak, kita spontan berkata ‘Umai’ atau ‘Oishii’, itu bukan sekadar soal rasa, tapi perasaan. Saya ingin tamu kami merasakan hal itu di setiap gigitan," tandasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
