Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 16.49 WIB

Pasar Kripto Mulai Bullish, XRP Disebut Siap Meledak ke USD 27 Menurut Pola Elliott Wave

Ilustrasi XRP yang punya potensi bullish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi XRP yang punya potensi bullish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

 

JawaPos.com – XRP kembali menjadi sorotan utama pasar kripto pada Selasa (11/11), setelah analis teknikal EGRAG CRYPTO menyebut bahwa altcoin tersebut “belum menyelesaikan gelombang kelima”-nya.

Sinyal klasik dalam teori Elliott Wave yang kerap menandai awal dari reli besar. Menurutnya, struktur jangka panjang XRP menunjukkan potensi kenaikan menuju USD 27 (Rp 450,9 ribu dengan kurs Rp 16.700) jika momentum bullish berhasil terkonfirmasi.

Dikutip dari Bitcoinist, Senin (11/11), XRP saat ini diperdagangkan di sekitar USD 2,49 (Rp 41.583) setelah sempat turun ke level terendah USD 2,12 (Rp 35.404) pekan lalu. Token ini menguat 9% dalam 24 jam terakhir, menunjukkan kembalinya optimisme di kalangan trader yang sebelumnya cenderung berhati-hati akibat konsolidasi pasar.

Dalam analisis yang dibagikan melalui platform X (Twitter), EGRAG CRYPTO menjelaskan bahwa XRP kini berada di fase akhir dari gelombang keempat, fase korektif yang biasanya mendahului pergerakan impulsif terakhir atau wave five. “The Power of 5 is about to unfold,” tulisnya, menggambarkan potensi ledakan harga yang diyakini akan menjadi fase paling eksplosif sejauh ini.

Menurut teori Elliott Wave, struktur lima gelombang menggambarkan pola siklus pasar: empat gelombang pertama membentuk fondasi pergerakan, sedangkan gelombang kelima biasanya menghasilkan lonjakan harga signifikan sebelum tren berbalik.

EGRAG mengaitkan analisisnya dengan pola serupa yang terjadi pada 2017 dan 2021, dua periode di mana XRP mencatatkan reli besar setelah fase konsolidasi panjang. “Pola keempat yang memanjang ini selalu menjadi landasan untuk rally terbesar XRP,” ujarnya.

Lebih lanjut, EGRAG menggunakan proyeksi Fibonacci extension untuk memperkirakan level resistensi utama. Dalam grafiknya, level 1.272, 1.414, 1.618, dan 2.618 menunjukkan target bertahap di USD 4,78 (Rp 79.826), USD 5,515 (Rp 92.101), USD 6,755 (Rp 112.799), dan USD 18,25 (Rp 304.375). Namun, jika momentum bullish penuh terjadi, ekstensi tertinggi menunjukkan potensi harga hingga USD 27 (Rp 450.900).

Menurut sang analis, fase ini disebut sebagai “disbelief stage”, yakni periode di mana banyak trader justru bertaruh melawan tren hanya untuk kemudian terjebak ketika harga melonjak. Ia bahkan mengingatkan kembali insiden seorang trader yang kehilangan USD 30 juta (Rp 501 miliar) akibat melakukan short terhadap XRP saat reli besar 2024. “Sejarah sering kali berulang,” tulis EGRAG.

Kenaikan XRP terjadi bersamaan dengan pemulihan pasar kripto secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar kripto global meningkat sekitar 4,4% dalam 24 jam terakhir, mencerminkan pergeseran dari fase bearish ke fase konsolidasi positif. Meskipun volatilitas masih rendah di sebagian besar aset digital, kehadiran akumulasi whale dan data on-chain yang positif menambah keyakinan bahwa pasar mungkin sedang bersiap untuk tren naik berikutnya.

Analis on-chain menilai, selama XRP mampu bertahan di atas zona support USD 2,20 (Rp 36.740), peluang untuk pembentukan wave five tetap kuat. “Selama tekanan jual tidak mematahkan struktur support ini, XRP bisa melanjutkan pola impulsifnya menuju target psikologis berikutnya,” tulis laporan Bitcoinist.

Jika proyeksi Elliott Wave milik EGRAG terbukti akurat, XRP berpotensi mencatat reli historis berikutnya, mengulangi pola yang membawa altcoin ini ke puncak pada siklus-siklus sebelumnya.

Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi seputar perkembangan pasar kripto. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore