Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 05.14 WIB

Investor Kripto Indonesia: Tokenisasi Aset dan Saham Jadi Pilihan Baru Akibat Ketidakpastian Global

Ilustrasi tokenisasi RWA. (Nu10). - Image

Ilustrasi tokenisasi RWA. (Nu10).

JawaPos.com - Meningkatnya ketidakpastian geopolitik global akibat perang AS-Israel dengan Iran yang berimbas pada negara-negara Teluk serta fluktuasi pasar keuangan mulai mendorong investor aset digital mencari instrumen yang dinilai lebih beragam dan fleksibel.

Di tengah kondisi tersebut, tren tokenisasi aset atau tokenized assets menunjukkan pertumbuhan signifikan, termasuk di Indonesia.

Platform investasi kripto Pintu mengklaim mencatat peningkatan aktivitas perdagangan tokenisasi aset dalam beberapa bulan terakhir.

Fenomena ini mencerminkan perubahan perilaku investor crypto yang kini tidak hanya berfokus pada Bitcoin atau altcoin, tetapi juga mulai melirik aset digital berbasis saham global, ETF, hingga logam mulia.

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, mengatakan transaksi tokenized asset di platform tersebut terus mengalami kenaikan sepanjang April 2026.

“Transaksi tokenized asset di PINTU terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada April 2026, jumlah pengguna secara kumulatif meningkat 9,49 persen dibandingkan Maret 2026, dengan rata-rata transaksi per pengguna mengalami pertumbuhan hingga 87,32 persen,” ujar Iskandar membagikan datanya kepada JawaPos.com.

Ia menjelaskan, lima tokenized asset yang paling aktif diperdagangkan sepanjang April 2026 berasal dari sektor teknologi, AI, hingga komoditas logam mulia.

“Adapun lima tokenized asset yang paling aktif diperdagangkan pada April 2026 secara berurutan adalah iShares Silver Trust (SLVON), Apple (AAPLX), Palantir Technologies (PLTRON), Tesla (TSLAX), serta Alibaba Group (BABAON),” katanya.

Tren tersebut juga terjadi secara global. Berdasarkan data RWA.xyz per 12 Mei 2026, kapitalisasi pasar tokenisasi aset dunia dalam 30 hari terakhir naik 5,38 persen menjadi USD 32,18 miliar atau sekitar Rp 563 triliun.

Kenaikan ini menunjukkan minat investor terhadap aset digital berbasis instrumen dunia nyata atau real-world assets (RWA) masih terus tumbuh di tengah volatilitas ekonomi global.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore