Ilustrasi Shiba Inu. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Meme coin populer Shiba Inu (SHIB) sedang mendekati harga tertingginya dalam sebulan terakhir. Namun, di tengah euforia kenaikan harga ini, dua sinyal on-chain muncul sebagai peringatan keras bagi investor: tekanan jual meningkat dan investor besar mulai cabut dari pasar.
Dikutip dari BeInCrypto, Sabtu (13/9), harga SHIB pekan ini nyaris menyentuh USD 0,00001408 atau sekitar Rp 231,6. Kenaikan ini mendorong optimisme investor ritel, namun data on-chain justru menunjukkan tanda-tanda distribusi yang bisa membuat harga SHIB terpeleset kembali.
Data dari Glassnode menunjukkan bahwa jumlah token SHIB yang disimpan di bursa kripto melonjak tajam, mencapai 156,47 triliun token pada Rabu (11/9), level tertinggi dalam 30 hari terakhir.
Jumlah SHIB yang tinggi di bursa biasanya menjadi sinyal bahwa pemilik token memindahkan asetnya dari dompet pribadi ke platform perdagangan, indikasi kuat bahwa mereka bersiap untuk menjual.
"Lonjakan suplai di bursa selama reli harga mengindikasikan banyak trader ingin ambil untung," tulis laporan tersebut.
Artinya, meskipun harga sedang naik, gelombang penjualan bisa segera datang dan membalikkan tren.
Sinyal negatif lainnya datang dari pergerakan whale alias investor besar. Menurut Nansen, dompet yang memegang SHIB senilai lebih dari USD 1 juta (setara Rp 16,45 miliar) turun 6% dalam tujuh hari terakhir.
Ketika whale mulai mengurangi kepemilikannya, pasar bisa kehilangan “benteng harga” yang biasanya membuat harga tetap stabil di tengah tekanan jual. Sebaliknya, distribusi oleh whale bisa menciptakan efek bola salju, memicu investor ritel untuk ikut menjual.
“Penurunan jumlah dompet besar adalah sinyal bearish,” tulis laporan Nansen.
Jika tren ini berlanjut, harga SHIB berpotensi tergelincir ke USD 0,00001187 atau sekitar Rp 195,2. Namun, bila tekanan beli kembali meningkat, peluang untuk menyentuh kembali puncak bulanan tetap terbuka.
Saat ini, SHIB berada di persimpangan penting. Optimisme pasar dan tren teknikal sedang berhadapan dengan realitas pergerakan modal besar di balik layar. Jika tekanan jual dari trader ritel dan whale terus meningkat, kenaikan SHIB bisa berumur pendek.
Investor disarankan untuk waspada dan tidak hanya terpaku pada grafik harga. Sinyal on-chain seperti suplai bursa dan aktivitas whale kerap menjadi indikator awal dari arah pergerakan pasar berikutnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
