Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 16.42 WIB

LEASH v2 Siap Meluncur: Migrasi Token Shiba Inu Dimulai Beberapa Hari Lagi

Ilustrasi Dogecoin dan Shiba Inu. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Setelah sempat tertunda karena audit keamanan dan perbaikan kontrak, tim pengembang Shiba Inu akhirnya mengonfirmasi bahwa proses migrasi dari token LEASH versi pertama (LEASH v1) ke versi kedua (LEASH v2) siap diluncurkan dalam beberapa hari ke depan.

Kepastian ini diumumkan dalam unggahan blog resmi Shiba Inu, Jumat (12/9), yang menyatakan bahwa seluruh proses audit terhadap kontrak LEASH v2 telah rampung. Audit dilakukan oleh Hexens, perusahaan keamanan siber yang fokus pada Web3 dan dikenal memiliki rekam jejak di jaringan Ethereum, Solana, Cosmos, hingga BNB Chain.

“Migrasi akhirnya siap. Semua sistem telah diaudit menyeluruh oleh pihak ketiga,” tulis tim pengembang Shiba Inu.

Migrasi LEASH v2 akan dilakukan secara bertahap agar memberikan keadilan bagi semua pemilik token. Dalam tahap pertama, para pemilik langsung LEASH v1, termasuk yang mengunci atau staking tokennya, dapat melakukan migrasi dengan cara membakar atau mengunci LEASH v1 untuk mendapatkan LEASH v2. Rasio konversinya akan disesuaikan berdasarkan pasokan LEASH v1 saat ini.

Likuiditas dari Uniswap V2 dan ShibaSwap V1 juga akan diproses pada tahap ini.

Tahap kedua akan mencakup proses yang lebih kompleks, yaitu untuk pemilik likuiditas di Uniswap V3 dan ShibaSwap V2. Pada fase ini, diperlukan snapshot dan bukti penarikan untuk memastikan tidak ada nilai yang terjebak di jaringan.

Terakhir, tahap ketiga akan mencakup pengguna jembatan (bridge users) dan pemegang LEASH yang berada di jaringan Shibarium, yang akan mendapat pertukaran token 1 banding 1.

Tim pengembang menekankan bahwa semua proses migrasi hanya boleh dilakukan melalui tautan resmi di situs Shib.io dan saluran resmi media sosial Shiba Inu. Hal ini penting untuk menghindari penipuan yang kerap menyasar pengguna saat terjadi perpindahan sistem atau token.

Migrasi ini bukan sekadar peningkatan fitur, tetapi juga langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan pengguna. Sebelumnya, kontrak LEASH v1 dipromosikan sebagai token dengan pasokan tetap. Namun ternyata ada celah dalam sistem rebase yang memungkinkan otoritas tertentu untuk mengubah pasokan lewat proxy.

Celah ini sempat dimanfaatkan pada awal tahun dan menyebabkan pasokan token LEASH bertambah sekitar 20 persen secara tak terduga. Peristiwa tersebut mengguncang kepercayaan komunitas dan membuat tim pengembang mengambil langkah tegas.

Solusinya adalah membuat LEASH v2, yang sepenuhnya menghapus semua kemungkinan pencetakan (minting) dan rebase. Seluruh pasokan LEASH v2 sudah dicetak sejak awal (pre-minted) dan disimpan aman dalam dompet multisignature.

Lebih jauh lagi, setelah periode migrasi berakhir, semua LEASH v2 yang belum diklaim akan dibakar. Ini dilakukan untuk memastikan suplai token tetap terbatas, menjaga nilai jangka panjang, dan menghindari inflasi.

Di tengah pengumuman ini, harga token LEASH masih menunjukkan pelemahan. Pada Jumat (12/9), LEASH tercatat turun 3,22 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level USD 24,94 atau sekitar Rp 410.463.

Meski begitu, komunitas Shiba Inu menyambut positif kabar ini karena dianggap sebagai sinyal bahwa tim pengembang serius menjaga keamanan dan masa depan ekosistem mereka.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore