
Ilustrasi Bitcoin, Ethereum, dan Tether yang bisa digunakan untuk membeli properti di Uni Emirat Arab. (Dhimas Ginajar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Adopsi kripto di sektor properti terus berkembang. Kini, salah satu pengembang real estat terbesar di Uni Emirat Arab (UEA), RAK Properties, resmi menerima pembayaran rumah menggunakan Bitcoin, Ethereum, dan Tether.
Langkah ini diumumkan Kamis (4/9), seperti dilaporkan Bitcoinist, melalui kerja sama strategis dengan perusahaan fintech Hubpay. Platform pembayaran digital yang telah berlisensi ini bertindak sebagai jembatan, mengonversi aset kripto secara instan ke dalam dirham UEA sebelum dana dikirim ke rekening RAK Properties.
Rahul Jogani, Chief Financial Officer RAK Properties, menyebut bahwa inisiatif ini ditujukan untuk menarik pembeli internasional yang sudah akrab menggunakan kripto. “Langkah ini sejalan dengan upaya kami menjangkau klien yang cerdas secara digital dan investasi,” ujar Jogani.
Yang menarik, sistem ini dirancang agar RAK Properties tidak perlu menyimpan kripto secara langsung. Dengan infrastruktur dari Hubpay yang berbasis di Abu Dhabi Global Market, seluruh proses pembayaran dilakukan dengan aman, sehingga pengembang tetap menerima pembayaran dalam mata uang lokal tanpa terkena risiko fluktuasi nilai kripto.
Pengamat pasar menilai sistem ini sangat efisien, karena membuka opsi pembayaran lebih luas bagi pembeli luar negeri, tanpa membuat pengembang terekspos pada volatilitas pasar kripto yang tinggi.
Saat ini, RAK Properties tengah mengembangkan proyek komunitas tepi laut bernama Mina Al Arab, dengan lebih dari 800 unit yang ditargetkan rampung dan diserahkan sebelum akhir tahun ini.
Performa keuangan perusahaan juga mencerminkan momentum pertumbuhan yang kuat. Pada semester pertama 2025, RAK Properties mencatatkan laba bersih AED 160 juta atau sekitar Rp 708 miliar (mengacu kurs USD ke AED 3,67 dan USD ke Rupiah Rp 16.450). Angka ini naik sekitar 80 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dengan kapitalisasi pasar hampir AED 4,7 miliar atau sekitar USD 1,3 miliar (Rp 21,4 triliun), para eksekutif perusahaan optimistis bahwa permintaan di kawasan Ras Al Khaimah masih akan terus tumbuh. Termasuk dari investor asing yang tertarik membeli properti menggunakan kripto.
Penggunaan Bitcoin untuk pembelian properti sebenarnya bukan hal baru di UEA. Beberapa pengembang besar seperti DAMAC dan Emaar sebelumnya juga telah membuka opsi pembayaran menggunakan Bitcoin. Bahkan, otoritas tanah di Dubai telah bekerja sama dengan penyedia pembayaran untuk mengakomodasi transaksi properti berbasis kripto.
Namun, keputusan RAK Properties untuk ikut serta membawa angin segar baru bagi emirat Ras Al Khaimah. Wilayah ini juga tengah menggencarkan program Vision 2030, yang salah satu tujuannya adalah memperluas akses investasi asing ke sektor perumahan.
Dengan semakin banyaknya pengembang yang menerima kripto sebagai alat pembayaran sah, posisi UEA sebagai negara yang pro terhadap teknologi keuangan digital tampaknya makin tak tergoyahkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
