Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 23.04 WIB

Dogecoin dan Shiba Inu Masih Lesu, Tapi Oktober Bisa Jadi Bulan Bullish

Ilustrasi Dogecoin dan Shiba Inu. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Dogecoin dan Shiba Inu. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Dogecoin dan Shiba Inu membuka bulan September dengan ketidakpastian. Harga dua koin meme terbesar ini masih bergerak tak menentu, membuat para holder kembali dihadapkan pada harapan dan kecemasan baru. Namun, apakah September bisa jadi titik balik? Atau justru Oktober nanti yang lebih menjanjikan?

Untuk menjawab itu, mari lihat kembali sejarah performa harga dua koin ini selama beberapa tahun terakhir, khususnya pada bulan September. Data dari CryptoRank yang dikutip Bitcoinist, Senin (1/9), menunjukkan bahwa September sering kali jadi bulan yang tidak konsisten bagi Dogecoin dan Shiba Inu.

Contohnya, pada September 2021, Shiba Inu yang saat itu masih baru justru mencatatkan kenaikan kecil sekitar 4,65 persen. Sebaliknya, Dogecoin justru mulai turun tajam dengan koreksi hingga 26,7 persen sepanjang bulan. Dua tahun setelahnya, yakni 2022 dan 2023, performa keduanya sama-sama buruk, dengan dominasi zona merah.

Menariknya, pada September 2024 lalu, kedua meme coin ini justru bangkit serentak. Baik DOGE maupun SHIB mencetak keuntungan dua digit hingga akhir bulan. Perubahan itu membuktikan bahwa September adalah bulan yang sulit ditebak bagi aset-aset ini—semuanya tergantung pada bagaimana pergerakan Bitcoin dan iklim pasar kripto secara umum.

Artinya, selama Bitcoin belum menunjukkan tren naik yang konsisten, Dogecoin dan Shiba Inu pun akan kesulitan menemukan momentum. Tak heran, September kerap disebut sebagai bulan "netral" bagi para investor koin meme, di mana arah pergerakan belum pasti.

Namun, jika bicara soal peluang kenaikan signifikan, bulan Oktober patut dicatat sebagai momen paling optimistis. Sejak peluncurannya di 2021, Shiba Inu selalu ditutup hijau di bulan Oktober, tanpa sekali pun mencatat penurunan. Dogecoin pun menunjukkan pola serupa, di mana enam tahun terakhir selalu diakhiri dengan kenaikan selama Oktober.

Dengan kata lain, Oktober adalah bulan paling bullish dalam setahun bagi dua aset digital ini. Bahkan, reli kerap berlanjut hingga November sebelum mulai melemah.

Dengan harga Dogecoin saat ini masih bertahan di sekitar Rp 2.280 (sekitar USD 0,14) dan Shiba Inu di kisaran Rp 0,27 (USD 0,0000165), banyak investor memilih menunggu sinyal konfirmasi dari Bitcoin sebelum kembali agresif. Jika BTC bergerak positif, bisa jadi rotasi dana akan mulai mengalir ke altcoin seperti DOGE dan SHIB.

Namun bagi para investor yang bersabar, Oktober bisa menjadi waktu yang layak untuk diperhatikan. Riwayat performa masa lalu memang tidak menjamin hasil serupa, tapi tetap menjadi petunjuk psikologis penting dalam strategi trading.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore