Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 16.47 WIB

Cadangan Stablecoin Tembus Rekor Rp 1.108 Triliun, Tapi Aliran Dana Baru Seret

Ilustrasi stablecoin USDT. (Vecteezy) - Image

Ilustrasi stablecoin USDT. (Vecteezy)

JawaPos.com – Pasar kripto kembali mencatatkan tonggak baru, kali ini dari sisi cadangan stablecoin. Berdasarkan laporan dari Cryptoquant, sebuah firma analitik onchain, total cadangan stablecoin yang tersimpan di bursa kripto global telah mencapai USD 68 miliar, atau sekitar Rp 1.108 triliun, per Rabu (22/8).

Angka ini memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada Februari 2022, yakni USD 59 miliar. Sebagian besar cadangan tersebut berasal dari tether (USDT) sebesar USD 53 miliar dan USDC sebesar USD 13 miliar.

Namun, meski cadangan di bursa meningkat, pertumbuhan kapitalisasi pasar stablecoin justru mengalami perlambatan signifikan.

Data Cryptoquant menunjukkan, selama sepekan terakhir, kapitalisasi stablecoin hanya bertambah sekitar USD 1,1 miliar atau Rp 17,9 triliun, jauh lebih rendah dibanding masa reli Bitcoin akhir 2024 yang bisa mencapai kenaikan USD 4 hingga 8 miliar per minggu.

Analis Cryptoquant menjelaskan bahwa cadangan stablecoin di bursa merupakan indikator penting yang mencerminkan daya beli potensial di pasar. Saat jumlah stablecoin tinggi, likuiditas untuk membeli aset digital pun melimpah. Ini biasanya menjadi sinyal positif bagi harga aset seperti Bitcoin dan Ethereum.

Namun kali ini ada pola baru: cadangan naik, tapi laju penerbitan dan aliran dana baru ke pasar justru melambat.

USDT hanya tumbuh sekitar USD 10 miliar dalam 60 hari terakhir. Padahal pada Desember 2024, pertumbuhannya bisa lebih dari USD 21 miliar,” tulis laporan tersebut.

Bahkan, tren pertumbuhan itu sekarang berada sedikit di bawah rata-rata pergerakan 30 hari (30-day moving average), yang berarti kondisi pasar sedang memasuki fase ‘mendingin’.

Laporan ini menandai adanya perubahan dinamika likuiditas kripto. Sebelumnya, saat Bitcoin mencatatkan rekor tertinggi di atas USD 124.000 atau Rp 2,02 miliar pada Agustus lalu, aliran dana baru sangat deras.

Kini, walau cadangan stablecoin di bursa terus menumpuk, tidak ada penambahan signifikan dari sisi dana segar (fresh capital).

“Likuiditas masih kuat, tapi tidak sekuat awal tahun. Ini artinya pasar mungkin akan cenderung konsolidasi ketimbang melanjutkan reli tajam,” simpul tim strategi Cryptoquant, dikutip dari News.Bitcoin, Sabtu (30/8).

Stabilitas pasar kripto saat ini masih dalam jalur positif. Namun, perlambatan inflow stablecoin menunjukkan bahwa euforia besar akhir 2024 mulai berkurang. Jika pertumbuhan stablecoin tak kembali menguat dalam waktu dekat, para analis memperkirakan Bitcoin dan aset digital lainnya akan bergerak lebih datar dalam jangka menengah, sebelum menemukan pemicu baru.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore