
Ilustrasi stablecoin USDT. (Vecteezy)
JawaPos.com – Pasar kripto kembali mencatatkan tonggak baru, kali ini dari sisi cadangan stablecoin. Berdasarkan laporan dari Cryptoquant, sebuah firma analitik onchain, total cadangan stablecoin yang tersimpan di bursa kripto global telah mencapai USD 68 miliar, atau sekitar Rp 1.108 triliun, per Rabu (22/8).
Angka ini memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada Februari 2022, yakni USD 59 miliar. Sebagian besar cadangan tersebut berasal dari tether (USDT) sebesar USD 53 miliar dan USDC sebesar USD 13 miliar.
Namun, meski cadangan di bursa meningkat, pertumbuhan kapitalisasi pasar stablecoin justru mengalami perlambatan signifikan.
Data Cryptoquant menunjukkan, selama sepekan terakhir, kapitalisasi stablecoin hanya bertambah sekitar USD 1,1 miliar atau Rp 17,9 triliun, jauh lebih rendah dibanding masa reli Bitcoin akhir 2024 yang bisa mencapai kenaikan USD 4 hingga 8 miliar per minggu.
Analis Cryptoquant menjelaskan bahwa cadangan stablecoin di bursa merupakan indikator penting yang mencerminkan daya beli potensial di pasar. Saat jumlah stablecoin tinggi, likuiditas untuk membeli aset digital pun melimpah. Ini biasanya menjadi sinyal positif bagi harga aset seperti Bitcoin dan Ethereum.
Namun kali ini ada pola baru: cadangan naik, tapi laju penerbitan dan aliran dana baru ke pasar justru melambat.
“USDT hanya tumbuh sekitar USD 10 miliar dalam 60 hari terakhir. Padahal pada Desember 2024, pertumbuhannya bisa lebih dari USD 21 miliar,” tulis laporan tersebut.
Bahkan, tren pertumbuhan itu sekarang berada sedikit di bawah rata-rata pergerakan 30 hari (30-day moving average), yang berarti kondisi pasar sedang memasuki fase ‘mendingin’.
Laporan ini menandai adanya perubahan dinamika likuiditas kripto. Sebelumnya, saat Bitcoin mencatatkan rekor tertinggi di atas USD 124.000 atau Rp 2,02 miliar pada Agustus lalu, aliran dana baru sangat deras.
Kini, walau cadangan stablecoin di bursa terus menumpuk, tidak ada penambahan signifikan dari sisi dana segar (fresh capital).
“Likuiditas masih kuat, tapi tidak sekuat awal tahun. Ini artinya pasar mungkin akan cenderung konsolidasi ketimbang melanjutkan reli tajam,” simpul tim strategi Cryptoquant, dikutip dari News.Bitcoin, Sabtu (30/8).
Stabilitas pasar kripto saat ini masih dalam jalur positif. Namun, perlambatan inflow stablecoin menunjukkan bahwa euforia besar akhir 2024 mulai berkurang. Jika pertumbuhan stablecoin tak kembali menguat dalam waktu dekat, para analis memperkirakan Bitcoin dan aset digital lainnya akan bergerak lebih datar dalam jangka menengah, sebelum menemukan pemicu baru.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
