Ilustrasi Shiba Inu. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Saat pasar kripto mengalami koreksi, token Shiba Inu (SHIB) kembali menunjukkan volatilitas tajam. Dalam 24 jam terakhir, harga SHIB turun 3,5 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 0,00001235 atau setara Rp 0,199. Namun di tengah tekanan ini, muncul sinyal menarik dari data teknikal dan on-chain bahwa pembeli mulai kembali masuk ke pasar.
Menurut laporan BeInCrypto, Selasa (26/8), wallet yang dikategorikan sebagai “Smart Money” tercatat menambah 3,78 miliar SHIB dalam sehari terakhir. Tak hanya itu, cadangan SHIB di bursa kripto juga menurun sebanyak 56,6 miliar token. Secara keseluruhan, sekitar 60,4 miliar SHIB, senilai hampir USD 750.000 atau Rp 12,2 miliar, ditarik dari bursa.
Meski nilainya tidak sebesar pembelian oleh institusi besar, data ini tetap penting karena menunjukkan bahwa investor ritel dan wallet besar mulai menambah eksposur secara bersamaan. Fenomena ini sering kali dibaca sebagai tanda bahwa pasar mulai menemukan titik dasar harga.
Namun aliran pembelian saja belum cukup untuk memastikan kekuatan pasar. Di sinilah indikator teknikal seperti Chaikin Money Flow (CMF) memberi konteks tambahan. CMF mengukur keseimbangan antara arus masuk dan keluar dana. Jika CMF naik saat harga stabil atau turun, itu menandakan lebih banyak modal yang masuk daripada keluar.
Saat harga SHIB dua kali menguji titik dukungan yang sama di kisaran USD 0,00001226 atau Rp 0,199, indikator CMF justru menunjukkan higher low. Artinya, aliran dana yang masuk justru meningkat di pengujian kedua. Ini sering diartikan sebagai proses akumulasi diam-diam, di mana pelaku besar menyerap pasokan di harga bawah, sementara trader ritel ikut serta.
Fenomena ini memperkuat dugaan bahwa pantulan harga SHIB kali ini bukanlah kebetulan semata. Justru sebaliknya, permintaan mulai terbentuk di zona dukungan penting sekitar USD 0,00001226 atau Rp 0,199.
Meski demikian, struktur pasar SHIB masih tergolong rapuh. Saat ini SHIB diperdagangkan di sekitar USD 0,00001235 atau Rp 0,200, hanya sedikit di atas zona akumulasi kuat di USD 0,00001203 atau Rp 0,195. Zona ini sudah berulang kali menjadi titik dukungan dalam beberapa bulan terakhir.
Jika para pembeli mampu mempertahankan dan membangun momentum dari dua level ini, maka rintangan pertama yang harus ditembus adalah USD 0,00001271 atau Rp 0,207. Jika bisa melewati titik tersebut, potensi kenaikan lanjutan menuju USD 0,00001350 atau Rp 0,220 terbuka lebar. Itu akan memberikan kenaikan sekitar 9,6 persen dari level saat ini.
Namun sebaliknya, bila SHIB gagal mempertahankan level USD 0,00001203, maka seluruh skenario bullish bisa batal. Penurunan lebih dalam bisa terjadi, dan harga bisa kembali terjerumus ke bawah zona dukungan.
Dengan investor besar dan ritel mulai kembali menunjukkan minat, Shiba Inu memang masih punya potensi untuk bangkit. Tapi sentimen pasar yang masih rentan membuat pantulan harga ini belum bisa dianggap aman. Trader disarankan tetap waspada dan mempertimbangkan manajemen risiko dengan cermat.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
