Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juli 2025 | 18.21 WIB

Investor Kawakan Ray Dalio Sarankan 15 Persen Portofolio untuk Bitcoin dan Emas

Investor Kawakan Ray Dalio. (TED)

JawaPos.com – Investor kawakan Ray Dalio kembali mengubah pandangannya soal Bitcoin. Pendiri Bridgewater Associates ini kini merekomendasikan alokasi sebesar 15 persen dari portofolio investasi untuk Bitcoin dan emas, sebagai bentuk antisipasi menghadapi pelemahan mata uang fiat dan lonjakan utang pemerintah Amerika Serikat.

Dalam wawancara di podcast The Master Investor bersama Wilfred Frost yang dirilis Minggu (28/7), Dalio mengatakan bahwa situasi ekonomi saat ini mirip dengan era 1930-an dan 1970-an, yakni ketika nilai mata uang menurun dan aset keras seperti emas menjadi primadona.

“Kalau Anda netral terhadap semua instrumen dan ingin mengoptimalkan rasio return terhadap risiko, maka idealnya Anda menyimpan sekitar 15 persen di emas atau Bitcoin,” kata Dalio, dikutip dari Bitcoin.com dan Coindesk, Senin (29/7).

Meski menyebut Bitcoin sebagai “alat tukar dan penyimpan kekayaan,” Dalio tetap menyatakan preferensinya pada emas. “Saya pribadi lebih menyukai emas dibanding Bitcoin, tapi itu tergantung Anda,” ujarnya.

Rekomendasi ini menunjukkan perubahan signifikan dari pandangannya pada 2022, ketika Dalio hanya menyarankan alokasi 1–2 persen ke Bitcoin. Kini, kekhawatiran atas “spiral utang” Amerika Serikat mendorongnya merevisi saran itu.

Ia merujuk pada proyeksi penerbitan surat utang baru sebesar USD 12 triliun atau sekitar Rp 195.000 triliun dalam satu tahun ke depan, untuk menutup defisit dan membayar bunga utang nasional sebesar USD 36,7 triliun (sekitar Rp 596.375 triliun).

Departemen Keuangan Amerika Serikat bahkan memperkirakan kebutuhan pinjaman akan mencapai USD 1 triliun pada kuartal ketiga 2025, naik USD 453 miliar dari proyeksi sebelumnya.

Dalio juga mengingatkan, meski Bitcoin makin dianggap sebagai bentuk “uang alternatif,” ia tetap menaruh keraguan soal statusnya sebagai mata uang cadangan global. Alasannya adalah tingkat transparansi blockchain yang tinggi, yang memungkinkan pemerintah melacak siapa mengirim apa ke siapa. “Itu bisa jadi hambatan,” ujarnya. Ia juga menyoroti risiko teknis dari potensi celah pada kode Bitcoin.

Saat ini, menurut data terbaru, harga Bitcoin telah menyentuh USD 118.571 atau sekitar Rp 1,93 miliar di pasar Asia.

Meski tetap memilih emas sebagai pelindung utama kekayaan, Dalio mengakui bahwa Bitcoin punya peran penting dalam menghadapi krisis finansial global yang sedang berkembang. Ia pun menyarankan investor modern untuk mulai mempertimbangkan keduanya dalam strategi portofolio mereka.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore