Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 18.27 WIB

Ethereum Menuju USD 4.500? Sinyal Pasar dan Manuver BlackRock Perkuat Prospek ETH

Ilustrasi harga Ethereum yang naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Arah positif Ethereum semakin jelas terlihat. Di tengah pasar yang masih terfokus pada Bitcoin, Ethereum justru menunjukkan sinyal penguatan yang solid, baik dari sisi teknikal maupun fundamental. Dikutip dari BeInCrypto dan CoinDesk, Jumat (18/7), Ethereum diprediksi bisa menembus USD 4.541 atau setara Rp 73,8 juta per koin dalam waktu dekat.

Harga Ethereum saat ini berada di kisaran USD 3.428 atau sekitar Rp 55,7 juta, naik lebih dari 7 persen dalam 24 jam terakhir. Salah satu indikator yang memperkuat optimisme tersebut adalah cadangan Ethereum di bursa kripto (exchange reserves) yang kembali menyentuh level rendah. Hanya 19,7 juta ETH per 16 Juli lalu. Sama seperti saat sebelum reli besar Ethereum pada Oktober 2024 yang melonjak 75 persen dalam dua bulan.

Tak hanya itu, data on-chain menunjukkan bahwa sebanyak 147.400 ETH ditarik keluar dari exchange dalam satu hari. Fenomena ini biasanya menjadi sinyal bahwa investor memilih menyimpan ETH di wallet pribadi, bukan menjualnya, sehingga tekanan jual berkurang.

Di sisi pasar derivatif, volume perdagangan futures ETH melonjak 27 persen, disertai peningkatan open interest sebesar 4 persen. Namun, funding rate tetap netral di angka 0,0096%, yang artinya pasar tidak dalam kondisi terlalu optimis ataupun pesimis. Kondisi ini mendukung reli harga yang berkelanjutan karena tidak rentan terhadap koreksi akibat overleverage.

Secara teknikal, Ethereum telah menembus level resistance kuat di USD 3.298, dan kini mengarah ke target Fibonacci extension di USD 4.541. Namun, agar tren bullish ini tetap terjaga, harga ETH harus bertahan di atas USD 3.047. Jika turun di bawah USD 2.870, maka proyeksi kenaikan bisa batal.

Sementara itu, sentimen positif terhadap Ethereum juga diperkuat oleh langkah strategis salah satu manajer aset terbesar dunia, BlackRock. Dikutip dari CoinDesk, Nasdaq pada Kamis (17/7) mengajukan dokumen amandemen Form 19b-4 untuk menambahkan fitur staking pada ETF Ethereum milik BlackRock, yakni iShares Ethereum Trust (ETHA).

Jika disetujui, ETF tersebut akan bisa mengunci sebagian ETH yang dimilikinya untuk divalidasi di jaringan Ethereum, dan sebagai imbalannya mendapat yield atau hasil imbal dari proses staking.

“Dengan menambahkan staking, BlackRock tidak hanya menawarkan eksposur harga ETH, tetapi juga ingin mengambil bagian dalam sistem konsensus Ethereum,” tulis laporan tersebut.

Saat ini, ETF ETHA diperdagangkan di harga USD 25,42 per saham dan telah menarik dana lebih dari USD 7,2 miliar sejak diluncurkan pada Juni 2024. BlackRock bukan satu-satunya yang mengusulkan staking di ETF. Franklin Templeton dan Grayscale juga telah mengajukan proposal serupa. Namun, semua masih menunggu keputusan final dari SEC Amerika Serikat, yang masih mengevaluasi apakah staking dalam ETF termasuk dalam kategori aktivitas sekuritas.

Langkah BlackRock ini dianggap sebagai bentuk keyakinan bahwa staking akan menjadi bagian penting dari infrastruktur ETF kripto di masa depan. Jika disetujui, ini bisa membuka jalan bagi produk ETF kripto generasi baru yang tidak hanya mengikuti harga aset, tetapi juga menghasilkan pendapatan pasif bagi investor.

Dengan kombinasi data on-chain yang positif, teknikal yang kuat, dan dukungan institusi besar seperti BlackRock, Ethereum semakin terlihat sebagai aset digital yang menjanjikan. Bukan hanya untuk spekulasi, tapi juga sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore