Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 19.56 WIB

Antusiasme Investor Tinggi, IPO COIN Oversubscribed Lebih dari 70 Kali

Aksi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN). (COIN/Antara) - Image

Aksi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN). (COIN/Antara)

JawaPos.com–Aksi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed lebih dari 70 kali. Total pemesanan tercatat lebih dari 100 ribu calon investor.

”IPO COIN berpotensi untuk mendapatkan respons positif dari pasar saham karena merupakan pionir bursa kripto yang melantai di pasar modal Indonesia,” kata Chief Investment Officer Coinwise Andry Hakim seperti dilansir dari Antara.

COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi dua anak usahanya, yaitu PT Central Finansial X (CFX) selaku bursa aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia, serta PT Kustodian Koin Indonesia (Indonesia Coin Custodian/ICC) selaku lembaga penyimpanan aset kripto. Kedua anak usaha COIN tersebut sudah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

IPO COIN ditawarkan sebesar Rp 100 per saham dengan total saham yang dilepas sebanyak 2,2 miliar lembar saham. Perseroan sudah mengantongi pernyataan efektif dari OJK untuk melaksanakan IPO.

COIN mendapatkan respons positif dari para calon investor dan masyarakat pada masa penawaran awal IPO COIN yang telah digelar pada 23-25 Juni 2025. Calon emiten kripto tersebut dijadwalkan mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli.

Hingga 3 Juli, tercatat sebanyak 31 pedagang aset kripto yang terdaftar sebagai anggota bursa CFX dan 20 di antaranya sudah memiliki izin sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) dari OJK.

Berdasar data OJK, total nilai transaksi aset kripto nasional pada April 2025 mencapai Rp 35,61 triliun atau naik dari bulan sebelumnya Rp 32,45 triliun. Kenaikan total nilai transaksi tersebut sejalan dengan penambahan jumlah konsumen aset kripto yang tercatat sebanyak 14,16 juta, atau naik dari bulan sebelumnya yang sebanyak 13,71 juta.

Sementara itu, Pengamat hukum dan pembangunan Hardjuno Wiwoho memperingatkan agar momentum bersejarah ini tidak merusak kredibilitas pasar modal nasional.

”IPO COIN memang mencatatkan diri sebagai tonggak baru di pasar modal nasional. Tapi justru karena statusnya sebagai pionir, integritasnya harus tanpa cela. Jangan sampai pencapaian ini menciptakan preseden yang keliru,” tegas Hardjuno di Surabaya, Selasa (8/7).

”Ini bukan hanya soal legalitas formal semata, tetapi juga etika dan kepercayaan publik. Pasar modal adalah institusi kepercayaan, dan calon emiten harus bersih tidak hanya dari sisi laporan keuangan, tapi juga dari aspek governance,” tandas Hardjuno.

Pihak COIN telah merespons polemik ini dengan menyatakan bahwa individu-individu tersebut tidak lagi tercatat sebagai pemilik manfaat akhir perusahaan. Namun Hardjuno menilai klarifikasi seperti ini tak cukup menjawab keresahan publik mengenai transparansi dan integritas dari para pihak yang terlibat.

Menurut dia, semangat dari regulasi seperti Peraturan BAPPEBTI No. 8 Tahun 2021 adalah mendorong transparansi dan perlindungan terhadap investor. Regulasi semacam itu, tidak cukup kuat jika tidak ditopang dengan sikap tegas dari otoritas dalam menjaga integritas pasar.

”Ini soal membangun ekosistem jangka panjang. Jika saat ini kita membiarkan pihak-pihak dengan latar belakang yang diduga bermasalah masuk ke dalam sistem, bagaimana kita bisa membangun kepercayaan terhadap pasar aset digital Indonesia?” ungkap Hardjuno Wiwoho.

Hardjuno juga merujuk pada sejumlah skandal global sebagai pelajaran berharga. Dia menyebut kasus BitMEX di Amerika Serikat dan Thodex di Turki sebagai contoh betapa bahayanya kelengahan dalam pengawasan terhadap pelaku industri kripto.

”Kita tidak ingin Indonesia masuk ke dalam daftar negara yang gagal mengawasi dengan benar pionir industri kripto. Keberhasilan IPO COIN harus dibarengi dengan komitmen clean and clear dari seluruh pihak yang terlibat di dalamnya,” ucap Hardjuno Wiwoho.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore