Solaxy. (Crypto News)
JawaPos.com – Setelah sempat menguasai pasar kripto, tren memecoin kini mulai kehilangan daya tariknya. Platform seperti Pump.fun, yang memungkinkan siapa saja menciptakan altcoin dalam hitungan menit, mengalami penurunan drastis dalam tingkat kesuksesan.
Dikutip dari Bitcoinist, data menunjukkan bahwa kurang dari 1% token baru bertahan di pasar dan berhasil diperdagangkan secara penuh di bursa terdesentralisasi. Mayoritas token yang diciptakan hanya berakhir tanpa nilai, membuat banyak investor merugi.
Fenomena ini menandai pergeseran tren di mana para investor kini lebih tertarik pada altcoin dengan manfaat nyata, bukan sekadar spekulasi dan hype semata.
Beberapa proyek kripto baru yang kini menarik perhatian adalah Best Wallet Token ($BEST), Solaxy ($SOLX), dan Qubetics ($TICS), yang menawarkan inovasi di sektor blockchain.
Memecoin selalu menjadi taruhan berisiko tinggi. Ada beberapa yang berhasil meroket, tetapi lebih banyak yang berakhir tak bernilai.
Data dari Pump.fun menunjukkan bahwa hanya kurang dari 1% dari token yang diciptakan berhasil bertahan. Penyebab utamanya adalah kejenuhan pasar dan meningkatnya kesadaran investor bahwa tanpa utilitas yang jelas, nilai aset digital sulit bertahan lama.
Best Wallet Token ($BEST) menjadi salah satu proyek kripto yang mulai menarik perhatian. Dengan harga saat ini USD 0,02435 atau sekitar Rp 394, proyek ini telah mengumpulkan USD 11 juta atau Rp 178 miliar dalam tahap presale.
Dibandingkan dengan memecoin yang hanya mengandalkan tren sesaat, $BEST menawarkan manfaat nyata dalam ekosistem Best Wallet, sebuah dompet kripto non-kustodial yang mendukung berbagai jaringan blockchain.
Investor yang memegang $BEST bisa menikmati potongan biaya transaksi, akses awal ke presale kripto, dan hadiah staking lebih tinggi. Dengan roadmap yang jelas dan pangsa pasar dompet kripto yang diproyeksikan mencapai USD 40 miliar pada 2030, token ini memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Solaxy ($SOLX) adalah proyek Layer-2 pertama untuk jaringan Solana, dirancang untuk meningkatkan kecepatan transaksi dan mengurangi kemacetan jaringan.
Dengan harga saat ini USD 0,001664 atau sekitar Rp 27, proyek ini telah mengumpulkan USD 26,4 juta atau Rp 427 miliar dalam tahap presale.
Seiring dengan pertumbuhan ekosistem Solana, kemacetan jaringan menjadi tantangan besar. Solaxy bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan mempercepat proses transaksi tanpa mengorbankan kompatibilitas antar blockchain.
Selain itu, Solaxy juga mengintegrasikan bursa terdesentralisasi (DEX) yang memungkinkan pengguna memperdagangkan token dengan lebih efisien di dalam ekosistemnya.
Qubetics ($TICS) menawarkan solusi untuk interoperabilitas blockchain dan alat pengembangan berbasis kecerdasan buatan (AI).

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
