Jensen Huang, CEO Nvidia, menekankan pentingnya pekerja blue-collar seperti tukang listrik dan tukang ledeng untuk pembangunan pusat data AI. (Reuters)
JawaPos.com – Pasar kripto kembali mendapat dorongan positif pada Kamis (20/11) setelah raksasa chip Nvidia melaporkan pendapatan kuartalan yang jauh melampaui ekspektasi Wall Street. Di tengah kekhawatiran “bubble AI” yang sempat menekan pasar global, laporan kuat Nvidia memberi sinyal bahwa permintaan teknologi tetap kokoh, membantu mendorong Bitcoin pulih dari level terendahnya dalam enam minggu terakhir.
Dikutip dari Beincrypto, Kamis (20/11), Bitcoin sempat jatuh di bawah USD 89.000 (Rp 1,48 miliar) sebelum akhirnya rebound ke USD 92.440 (Rp 1,54 miliar). Aset digital terbesar ini sebelumnya sudah terkoreksi 27% dari puncaknya di atas USD 126.000 (Rp 2,1 miliar) enam minggu lalu, dipicu kecemasan terhadap potensi koreksi besar pada saham-saham AI.
Nvidia mencatat pendapatan kuartal ketiga sebesar USD 57,01 miliar (Rp 951 triliun), atau hampir USD 2 miliar (Rp 33,4 triliun) di atas proyeksi analis. Lini bisnis pusat data yang menopang aplikasi AI global menyumbang USD 51,2 miliar (Rp 855 triliun), menunjukkan lonjakan permintaan yang masih belum mereda.
CEO Jensen Huang menegaskan permintaan untuk arsitektur chip Blackwell masih sangat kuat, dengan produk GPU berbasis cloud yang tetap sold out. Panduan perusahaan untuk kuartal berikutnya juga agresif: Nvidia memperkirakan pendapatan USD 65 miliar (Rp 1.085 triliun), melampaui ekspektasi analis sebesar USD 62 miliar (Rp 1.035 triliun).
CFO Colette Kress menjelaskan bahwa akselerator berbasis CUDA memperpanjang umur perangkat keras pelanggan dan memperkuat posisi Nvidia dalam infrastruktur AI global. Sementara divisi gaming membukukan USD 4,3 miliar (Rp 71,8 triliun), sedikit di bawah estimasi, kinerja keseluruhan tetap kuat.
Harga saham Nvidia melonjak 5% setelah rilis laporan, menambah reli yang sudah membawa valuasi perusahaan tembus USD 5 triliun (Rp 83.500 triliun), menjadikannya perusahaan paling bernilai di dunia.
Rebound Bitcoin ke atas USD 91.000 terjadi saat pelaku pasar melihat sebagian penurunan sebelumnya sebagai peluang masuk baru. Kekhawatiran terhadap saham-saham AI kembali mencuat setelah Peter Thiel menjual kepemilikan USD 100 juta (Rp 1,67 triliun) di Nvidia dan SoftBank melepas saham USD 5,8 miliar (Rp 96,8 triliun).
Regulator global juga waspada. Bank of England memperingatkan risiko sistemik terkait penggunaan AI di sektor keuangan, sementara IMF menyoroti potensi bubble pada valuasi teknologi.
Survei Bank of America menunjukkan 45% manajer dana menilai bubble AI sebagai ancaman terbesar bagi pasar. Bahkan CEO Google Sundar Pichai hingga Daniel Pinto dari JP Morgan menyebut antusiasme AI dapat memicu “irrasionalitas”.
Namun hasil keuangan Nvidia yang solid meredam sebagian kekhawatiran tersebut. Rilisan ini juga memberi dorongan tambahan pada Bitcoin, yang kini sering bergerak seiring aset berisiko lain seperti saham teknologi.
Aksi jual global beberapa pekan terakhir telah menyoroti betapa tingginya korelasi antara kripto dan aset berisiko tradisional. Kejatuhan Bitcoin mencerminkan penurunan di S&P 500, Nikkei 225, Hang Seng, serta Stoxx Europe 600. Crypto-linked stocks juga bergerak serupa, memperlihatkan bahwa pasar kini bereaksi dalam satu arah terhadap sentimen global.
Emas turut turun, tertekan ekspektasi suku bunga tinggi dan minimnya harapan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Dalam enam minggu terakhir, pasar kripto kehilangan lebih dari USD 1 triliun (Rp 16.700 triliun), atau seperempat nilainya sejak Oktober.
Dari sisi teknikal, pandangan analis beragam. Sebagian melihat kondisi saat ini sebagai fase re-accumulation, ditandai masuknya investor jangka panjang di harga diskon. Namun pihak lain menilai buyer fatigue mulai terlihat, membuka peluang koreksi lebih dalam apabila tekanan makro tidak mereda.
Sementara Nvidia memberikan sentimen positif jangka pendek, pasar kripto masih menghadapi ketidakpastian besar. Mulai dari penilaian AI, arah kebijakan The Fed, hingga arus modal institusional. Apakah rebound ini bertahan atau hanya pantulan sementara akan bergantung pada sinyal makro berikutnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
