Ilustrasi Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Ethereum kembali meroket di awal pekan ini, mempertegas tren bullish yang mendominasi pasar kripto. Berdasarkan data News.Bitcoin, Senin (6/10), ETH kini diperdagangkan di kisaran USD 4.544 atau sekitar Rp 75,6 juta per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 548 miliar dan volume perdagangan harian USD 38,59 miliar.
Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir berada di rentang USD 4.447 hingga USD 4.610 (Rp 73,8 juta–Rp 76,5 juta), menandakan volatilitas sedang namun disertai aktivitas pasar yang kuat.
Secara teknikal, grafik harian Ethereum menunjukkan pola pemulihan yang solid. Setelah sempat jatuh dari USD 4.768 ke level terendah USD 3.820, harga kembali menanjak dengan pola higher highs dan higher lows. Volume perdagangan yang meningkat pada hari-hari kenaikan memperkuat keyakinan bahwa tren ini bukan sekadar euforia sesaat.
Zona USD 4.400–USD 4.450 (Rp 73 juta–Rp 73,7 juta) kini menjadi area pullback yang sehat, sementara area resistensi berada di kisaran USD 4.750–USD 4.800 atau sekitar Rp 78,9 juta–Rp 79,6 juta. Jika level tersebut ditembus dengan volume kuat, Ethereum berpotensi melanjutkan reli menuju USD 5.000 atau sekitar Rp 83 juta.
Pada grafik empat jam, ETH masih menunjukkan kekuatan dengan pola kenaikan bertahap. Level terendah di USD 4.038 (Rp 67 juta) dan tertinggi di USD 4.621 (Rp 76,7 juta) menunjukkan pola konsolidasi sehat di puncak tren. Jika harga mampu menembus USD 4.620 secara meyakinkan, peluang menuju USD 4.750 semakin besar.
Sementara itu, zona support di USD 4.450–USD 4.500 (Rp 73,7 juta–Rp 74,7 juta) menjadi area ideal bagi investor untuk mengantisipasi peluang beli. Namun, penurunan di bawah USD 4.440 (Rp 73,6 juta) bisa memicu koreksi menuju USD 4.350 atau sekitar Rp 72,2 juta.
Sebagian besar indikator teknikal masih condong ke arah positif. Relative Strength Index (RSI) berada di level 58,8, menunjukkan pasar belum jenuh beli. Stochastic di 88,9 dan Commodity Channel Index (CCI) di 80,1 juga mengindikasikan momentum masih kuat, meski perlu waspada terhadap potensi konsolidasi.
Yang paling mencolok, seluruh Moving Average utama, mulai dari periode 10 hingga 200 hari, berada di bawah harga saat ini. Hal itu menandakan tren kenaikan yang kuat dan terkonfirmasi di berbagai timeframe.
Selama support di USD 4.450 bertahan dan volume perdagangan tetap tinggi, Ethereum berpotensi memperpanjang reli menuju Rp 79 juta, bahkan menembus Rp 83 juta. Namun, jika momentum melemah, pasar bisa memasuki fase konsolidasi singkat sebelum melanjutkan kenaikan berikutnya.
Dengan semua indikator teknikal yang berpihak pada pembeli, analis menyimpulkan bahwa Ethereum masih dalam jalur bullish yang solid. “Selama harga tetap di atas USD 4.450, ETH punya peluang besar untuk menguji resistance USD 4.750,” tulis News.Bitcoin dalam laporannya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
