Ilustrasi whale Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pasar kripto yang tengah berada dalam fase koreksi tajam justru memperlihatkan satu pergerakan menarik dari Ethereum. Di tengah aksi jual besar-besaran, volatilitas tinggi, dan kepanikan ritel, ETH tetap bertahan di atas zona penting USD 3.000 (Rp 50,1 juta). Menariknya lagi, pelaku institusional besar justru menggunakan penurunan ini untuk meningkatkan akumulasi.
Dikutip dari Bitcoinist, Kamis (20/11), salah satu pemain besar yang mencuri perhatian adalah Bitmine, entitas investasi kripto yang dipimpin Tom Lee, sosok Wall Street strategist sekaligus salah satu bull terlama Bitcoin dan Ethereum. Saat pasar tertekan, data on-chain justru menunjukkan Bitmine kembali mengisi kantongnya.
Data terbaru dari Lookonchain mengungkapkan aktivitas mencurigakan dari wallet baru (0xE2ed) yang diduga terkait Bitmine. Wallet tersebut menerima 21.054 ETH dari Kraken, setara USD 66,57 juta (Rp 1,11 triliun), hanya beberapa jam sebelum laporan ini dirilis.
Langkah ini dilakukan ketika banyak trader jangka pendek melakukan kapitulasi, melepas kepemilikan mereka akibat ketakutan dan tekanan pasar yang meluas. Justru di saat pasar tertekan, Bitmine tampak memanfaatkan momentum ini sebagai peluang penambahan posisi jangka panjang.
Strategi ini konsisten dengan pola Bitmine selama bertahun-tahun: mengakumulasi aset berkualitas tinggi ketika sentimen berada di titik terlemah. Alur seperti ini sering kali menjadi sinyal awal pergeseran momentum pasar di fase-fase berikutnya.
Secara teknikal, Ethereum sedang menguji salah satu zona terpenting dalam siklus jangka panjangnya, yakni support kuat di area USD 3.000. Harga ETH yang sempat melemah dari area USD 4.500 kini berada dalam pengetesan terhadap long-term moving averages, termasuk 200-week MA yang bertindak sebagai “anchor” struktural sejak fase capitulation 2022 dan recovery 2023.
Candle mingguan ETH menunjukkan volatilitas tinggi, ditandai dengan wick panjang yang mengindikasikan adanya buy reaction agresif setiap kali harga mendekati area USD 3.000. Volume perdagangan juga meningkat selama periode ini, menandakan adanya benturan kuat antara penjual yang mengunci profit dan pembeli institusional yang melihat peluang.
Namun ETH masih berada di bawah 50-week moving average, yang berarti momentum jangka pendek masih bearish. Untuk membalikkan struktur teknikal secara signifikan, ETH perlu kembali menembus area USD 3.300–USD 3.500.
Sebaliknya, penutupan mingguan di bawah USD 3.000 dapat membuka jalan menuju target koreksi yang lebih rendah di area USD 2.700 (Rp 45 juta), sesuai skenario bearish yang ditunggu sebagian trader.
Polanya mirip siklus sebelumnya: ETH jatuh tajam, membentuk higher low, kemudian melanjutkan tren naik jangka panjang. Akumulasi besar dari wallet institusional seperti Bitmine menambah keyakinan bahwa koreksi ini bisa mendekati fase akhir.
Meski demikian, pasar masih dipenuhi ketidakpastian. Sentimen global melemah, aliran dana ritel absen, dan struktur teknikal butuh konfirmasi lebih lanjut. Trader kini memantau apakah Ethereum dapat mempertahankan level USD 3.000 sekaligus menguji resistance berikutnya.
Untuk sementara, akumulasi ETH bernilai USD 66,57 juta dari Bitmine menjadi sinyal kuat bahwa pemain besar belum kehilangan keyakinan terhadap nilai jangka panjang Ethereum — bahkan ketika pasar berada dalam kondisi yang paling goyah.
Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi seputar perkembangan pasar kripto. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme, Indonesia Pimpin CTIF Council
Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
KPK: Kerugian Negara dalam Kasus Bea Cukai yang Terkait PT Djarum Capai Triliunan
Prediksi Skor Everton vs Newcastle United: Tuan Rumah Tertekan, The Magpies Bidik Kemenangan
Prediksi Skor RANS Nusantara FC vs Kendal Tornado FC, Duel Ketat Tim Papan Atas Championship
Prediksi Skor Adelaide United vs Lion City Sailors: Duel Perebutan Posisi Puncak Grup F ACL Two
Prediksi Frosinone vs Lecce di Serie A: Ancaman Raimondo dan Masalah Pertahanan Tim Tamu
Prediksi Skor Frosinone vs Lecce: Canarini Bidik 4 Kemenangan Kandang Beruntun

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022