Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 17.16 WIB

Ethereum dan Solana Melejit, Sinyal Rate Cut The Fed Picu Euforia Pasar Kripto

Ilustrasi ethereum yang terus menunjukkan tren positif. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pasar kripto kembali bergairah usai pernyataan mengejutkan dari Ketua The Fed Jerome Powell dalam simposium tahunan Jackson Hole, Amerika Serikat, Jumat pagi waktu setempat atau Jumat (22/8) WIB malam. Powell mengisyaratkan bahwa penurunan suku bunga acuan bisa segera dilakukan, membuat pasar saham dan kripto kompak melonjak.

“Risiko-risiko ekonomi tampaknya mulai bergeser, dan ini mungkin memerlukan penyesuaian kebijakan,” ujar Powell dalam pidatonya, seperti dikutip dari The Block, Sabtu (23/8). Kalimat itu sontak diartikan pelaku pasar sebagai sinyal dovish, atau pendekatan lunak The Fed terhadap kebijakan moneter.

Efeknya terasa instan. Ethereum memimpin reli pasar kripto dengan kenaikan 11,4 persen dan menyentuh level USD 4.743 atau setara Rp 77,2 juta. Hanya selisih tipis dari rekor tertinggi sepanjang masa sebelumnya, yakni USD 4.878 pada November 2021.

Bahkan, menurut data Deribit yang dikutip News.Bitcoin, harga Ethereum sempat menembus USD 4.890 atau sekitar Rp 79,6 juta, mencetak rekor baru setelah hampir empat tahun.

Bitcoin juga ikut naik 3,5 persen dan kembali menguasai level USD 116.000 atau sekitar Rp 1,88 miliar. Kripto besar lainnya seperti Solana naik 8 persen ke kisaran USD 184 atau Rp 2,99 juta, Dogecoin melonjak 5,8 persen, XRP naik 4,8 persen, dan BNB menguat 5 persen.

Sementara itu, menurut The Economic Times, Litecoin dan aset kripto utama lainnya juga mencatatkan lonjakan tajam. Ethereum disebut sudah naik lebih dari 40 persen sepanjang 2025, mengalahkan performa Bitcoin.

Katalis utamanya adalah aliran dana masif ke Ethereum ETF yang mulai diperdagangkan sejak Juli 2024. Dana yang dikelola kini menembus USD 20 miliar atau sekitar Rp 326 triliun, dengan produk ETHA milik BlackRock menjadi yang terbesar.

Nate Geraci, Presiden NovaDius Wealth Management, mengatakan di media sosial bahwa banyak investor tradisional awalnya meremehkan Ethereum. “Sekarang mereka mulai memahami bahwa Ethereum adalah tulang punggung pasar finansial masa depan,” tulisnya.

Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga saham perusahaan yang terpapar kripto. Sharplink Gaming (SBET) dan BitMine (BMNR) masing-masing naik hampir 13 persen. Coinbase (COIN) dan Circle (CRCL) masing-masing melesat di atas 7 persen. Saham mining seperti Marathon Digital (MARA) dan Riot Platform juga menanjak lebih dari 6 persen.

Pasar keuangan secara umum pun merespons positif. Indeks S&P 500 naik 1,36 persen, Dow Jones menguat 1,49 persen, dan Nasdaq melonjak 1,67 persen. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun 6 basis poin ke level 4,27 persen. Indeks dolar AS melemah 0,5 persen dan harga emas naik 0,6 persen.

Kondisi ini mencerminkan pergeseran besar dalam sentimen pasar. Penurunan suku bunga dinilai akan memperlonggar likuiditas, membuat investor lebih berani masuk ke aset berisiko seperti kripto.

Meski begitu, para analis mengingatkan bahwa reli ini bisa bersifat jangka pendek jika The Fed kembali mengubah nada kebijakan atau muncul ketidakpastian regulasi. Namun, jika tren ini berlanjut, Ethereum bisa menembus level resistance berikutnya, dan Bitcoin berpeluang menguji kembali level tertingginya di atas USD 124.000.

“Pasar bereaksi sangat cepat terhadap perubahan nada The Fed,” ujar José Torres, ekonom senior Interactive Brokers, kepada CNN. Dengan probabilitas penurunan suku bunga pada rapat FOMC bulan September kini mencapai 90 persen, pelaku pasar kripto punya alasan untuk tetap optimistis.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore