Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Maret 2025 | 02.45 WIB

XRP dan Solana Naik 5%, Bitcoin Masih Berjuang Lepas dari Rp 1,37 Miliar

Ilustrasi kripto. (Dimas Pradipta/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi kripto. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

 

JawaPos.com – Pasar kripto kembali bergeliat dengan XRP dan Solana (SOL) naik 5% dalam 24 jam terakhir, memimpin kenaikan di antara aset utama. Sementara itu, Bitcoin (BTC) masih kesulitan menembus USD 84.000 atau sekitar Rp 1,36 miliar, dengan volatilitas yang terus meningkat.

Dikutip dari CoinDesk, lonjakan XRP didorong oleh kabar positif dari Ripple Labs, yang berhasil mendapatkan lisensi pembayaran di Uni Emirat Arab (UEA).

Selain itu, perusahaan dilaporkan semakin dekat untuk menyelesaikan kasus hukumnya dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Sementara itu, Solana (SOL) naik 7%, terutama setelah perdebatan terkait SIMD-0228 berakhir dengan keputusan yang mempertahankan jadwal inflasi Solana.

Keputusan ini mendapat dukungan besar dari komunitas, karena dianggap menjaga ekosistem DeFi Solana tetap stabil dan menarik bagi investor institusional.

Selain XRP dan SOL, memecoin juga mengalami reli besar. Beberapa token seperti PEPE, TOSHI, dan DOGE mencatat kenaikan tajam:

  • TOSHI melonjak 38%, memimpin kenaikan di antara memecoin utama.
  • PEPE sempat naik 12% sebelum kembali mengalami koreksi.
  • KEYCAT, token berbasis jaringan Base, bahkan naik 100% setelah pengembang mengumumkan kemitraan dengan Acheron Trading.

Lonjakan memecoin ini menunjukkan pergeseran perilaku trader yang mulai mencari aset dengan risiko tinggi dan potensi keuntungan besar, terutama saat Bitcoin mengalami pergerakan sideways di kisaran USD 79.000 – USD 85.000.

Bitcoin sendiri masih terjebak dalam tren konsolidasi setelah turun 3% dalam sepekan terakhir. Menurut Alex Kuptsikevich, analis utama di FxPro, BTC harus menembus USD 89.000 untuk mengonfirmasi kembalinya tren bullish.

“Jika pasar berhasil menembus 200-day moving average, ini bisa menjadi sinyal awal untuk pemulihan. Namun, saat ini, dinamika harga masih menunjukkan pola penurunan yang tidak stabil,” ujarnya.

Di sisi lain, Agne Linge, Kepala Pertumbuhan di WeFi, menyoroti bahwa penurunan inflasi di AS bisa memperkuat peluang pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik dan perang dagang justru menambah ketidakpastian di pasar, yang dapat terus memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan.

Bagi investor, pergerakan saat ini menunjukkan peluang jangka pendek pada altcoin, sementara Bitcoin masih membutuhkan dorongan kuat untuk keluar dari tren konsolidasi.

Apakah BTC akan segera kembali ke jalur bullish, atau justru mengalami koreksi lebih dalam? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore