
Ilustrasi ginjal (NDTV)
JawaPos.com - Pasien gagal ginjal atau Penyakit Ginjal Kronik (PGK) biasanya datang ke dokter sudah terlambat. Mereka tidak mengetahui bahwa ginjalnya sudah bermasalah atau rusak. Setelah ditelusuri, ternyata sang pasien punya riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi, dan gula darah yang tak terkontrol atau diabetes. Atau bisa jadi keduanya, diabetes dan hipertensi.
Data ini terbukti dari catatan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI). Hipertensi dan diabetes menjadi ancaman terbesar pasien terkena komplikasi gagal ginjal.
Menurut, Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) dr. Aida Lydia, PhD., Sp.PD-KGH diabetes dan hipertensi masih menjadi penyebab tertinggi gagal ginjal. Diabetes menyumbang 25 persen dan hipertensi 45 persen seseorang terkena gagal ginjal.
"Penyakit ginjal kronik, biasanya timbul secara perlahan dan sifatnya menahun. Pada awalnya tidak ditemukan gejala yang khas sehingga penyakit ini sering terlambat diketahui," ungkap dr. Aida Lydia.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali faktor risiko penyakit ginjal. Faktor risiko ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu faktor risiko yang dapat dimodifikasi (dapat diubah) dan yang tidak dapat dimodifikasi.
Faktor risiko tidak dapat dimodifikasi yakni riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, kelahiran prematur, usia tua. Lalu faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti diabetes (tipe 2), hipertensi, konsumsi obat yang toksik untuk ginjal di antaranya obat penghilang nyeri, dan Napza.
"1 dari 10 orang di dunia mengalami PGK. Angka kematian dari tahun ke tahun meningkat. Yang cuci darah tahun 2016 ada 52 ribu lebih pasien dan tahun 2017 angkanya naik bertambah ada pasien baru 30 ribu lebih orang, tentu ini harus menjadi perhatian dunia," ujarnya.
Ada juga penyebab lainnya seperti radang ginjal, meningkatnya penyakit metabolik, dan obesitas. Penyakit ginjal juga bisa disebabkan kelainan yang mengenai organ misalnya infeksi, tumor, kelainan bawaan, penyakit metabolik atau degeneratif, dan lain-lain.
Untuk itu perlu kesadaran untuk mencegah PGK. Yakni lewat pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan primer yaitu program skrining yang bertujuan untuk mendeteksi masyarakat yang berisiko terkena penyakit ginjal. Sedangkan pencegahan sekunder dimaksudkan untuk mencegah para penderita PGK mengalami penurunan fungsi ginjal yang lebih berat lagi, sehingga dapat mengurangi jumlah pasien yang harus menjalani terapi pengganti ginjal.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
