
Ilustrasi deteksi dini kanker payudara melalui metode SADARI (Pexels.com)
JawaPos.com - Kanker payudara memiliki peluang penanganan yang lebih baik jika ditemukan sejak dini. Karena itu, perempuan perlu mengenali perubahan pada payudara, melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin, serta menjalani pemeriksaan medis jika menemukan gejala yang mencurigakan.
Hospital Director MRCCC Siloam Semanggi dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS, mengingatkan bahwa masih banyak pasien datang ke rumah sakit ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut.
“Masih banyak pasien yang datang ke rumah sakit dalam stadium lanjut. Penting sekali untuk menyadari betapa pentingnya deteksi dini,” ujar dr. Adityawati kepada wartawan, Kamis (29/10).
Baca Juga:KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus di Bengkulu, Anggota DPRD Vinna Ledy Diperiksa usai Disita Asetnya
Ia menegaskan bahwa langkah awal untuk meningkatkan kesadaran terhadap kanker payudara tidak selalu membutuhkan peralatan medis. Masyarakat dapat memulainya dengan melakukan SADARI setiap bulan untuk mengenali perubahan pada payudara.
“Sebagai RS khusus kanker, kami memiliki kewajiban untuk terus melakukan edukasi mengenai kanker, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanya.
Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, menambahkan bahwa penanganan kanker membutuhkan pendekatan yang menyeluruh karena setiap pasien memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda.
“Setiap pasien memiliki perjalanan perawatan yang berbeda. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi multidisiplin agar setiap pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, tidak hanya dari sisi pengobatan, tetapi juga kualitas hidupnya,” ujarnya.
Kenali Perubahan Payudara, Jangan Menunggu Nyeri
Deteksi dini dapat dimulai dengan memperhatikan perubahan pada payudara, seperti munculnya benjolan, perubahan bentuk atau ukuran payudara, perubahan kulit, puting tertarik ke dalam, hingga keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting.
Namun, tidak semua benjolan merupakan kanker. Sebaliknya, kanker payudara juga dapat muncul tanpa rasa nyeri. Karena itu, perubahan yang mencurigakan perlu diperiksakan kepada tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui secara tepat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022