
Ilustrasi pertolongan pertama pasien stroke. (Mediniz).
JawaPos.com - Penanganan kasus stroke berpacu dengan waktu karena semakin cepat ditangani, semakin rendah risiko keparahannya. Masyarakat perlu mengenali gejala stroke melalui metode BE FAST agar pasien segera mendapatkan pertolongan medis pada periode emas (golden period).
B (Balance) ditandai kehilangan keseimbangan atau kesulitan berjalan. E (Eyes) mengacu pada gangguan penglihatan yang muncul secara mendadak. F (Face) ditandai wajah tidak simetris, sedangkan A (Arms) merujuk pada kelemahan salah satu lengan.
S (Speech) ditandai bicara pelo atau kesulitan berbicara. Sementara itu, T (Time) menjadi pengingat agar masyarakat segera mencari pertolongan medis dan mencatat waktu awal munculnya gejala atau kapan pasien terakhir diketahui dalam kondisi normal.
Spesialis Saraf Siloam Hospitals TB Simatupang dr. Dina Meliana, SpN, DAIFIDN, Spesialis Saraf, menjelaskan bahwa penanganan stroke membutuhkan sistem layanan terintegrasi agar pasien dapat segera memperoleh terapi yang sesuai. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempercepat pemberian terapi trombolisis pada pasien stroke iskemik yang memenuhi kriteria medis.
“Kami telah mampu memulai trombolisis pada pasien yang memenuhi kriteria dalam waktu kurang dari 60 menit sejak tiba di rumah sakit (door-to-needle time). Capaian door-to-needle time tercepat untuk trombolisis di Siloam Hospitals TB Simatupang adalah 13 menit,” ujar dr. Dina pada Rabu (28/10).
Ia menerangkan terapi trombolisis diberikan untuk membantu melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah otak pada stroke iskemik. Namun sebelum terapi dilakukan, dokter perlu mengevaluasi kondisi pasien dan melakukan pencitraan otak untuk memastikan tidak terdapat perdarahan serta menilai kelayakan pasien menerima pengobatan.
Trombolisis intravena umumnya diberikan sesegera mungkin dalam 4,5 jam sejak gejala pertama muncul atau sejak pasien terakhir diketahui dalam kondisi normal. Pada pasien tertentu, terapi reperfusi masih dapat dipertimbangkan di luar rentang tersebut berdasarkan hasil pencitraan dan penilaian dokter.
Selain kesiapan rumah sakit, kemampuan masyarakat mengenali gejala stroke juga menentukan kecepatan penanganan. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah BE FAST, yang mencakup enam tanda utama stroke.
Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang dr. Dewi Wiguna, M.Sc, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan pasien mendapatkan terapi yang tepat. Edukasi mengenai gejala stroke perlu diperluas agar masyarakat tidak menunda membawa pasien ke rumah sakit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022