Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Oktober 2026 | 23.17 WIB

Solidaritas Bencana Karhutla, Para Pelari Mesti Jadi Pengkampanye Udara Bersih

flag-off kategori Half Marathon myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta - Image

flag-off kategori Half Marathon myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta

JawaPos.com - Para pelari mesti ikut mengampanyekan hak atas udara bersih, tidak hanya memperhatikan kualitas udara demi menjaga kesehatan dan performa saat berolahraga. Pesan itu disuarakan Bicara Udara (Yayasan Udara Anak Bangsa) melalui momentum MyBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026, 

Pesan itu sekaligus mengajak masyarakat menunjukkan solidaritas kepada warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera.

Sebagai Air Quality Partner JRF 2026, Bicara Udara menghadirkan sejumlah inisiatif mulai dari edukasi kualitas udara, pemantauan udara di sekitar lokasi acara, hingga kampanye solidaritas lintas wilayah. Upaya tersebut diharapkan mendorong pelari menjadi bagian dari gerakan udara bersih, termasuk menyuarakan perlindungan bagi masyarakat yang terpapar polusi dan asap karhutla.

Co-Founder Bicara Udara Novita Natalia mengatakan, aktivitas berlari perlu diiringi kesadaran terhadap kualitas udara yang dihirup setiap hari. Menurut dia, udara bersih bukan sekadar kebutuhan untuk menunjang aktivitas fisik, melainkan hak dasar setiap orang.

“Melalui kolaborasi dengan JRF, kami ingin membantu pelari memahami informasi kualitas udara dan menjadikannya bagian dari persiapan berlari. Kami juga ingin membawa pesan bahwa udara bersih merupakan kebutuhan dan hak setiap orang, di mana pun mereka tinggal,” ujar Novita, Senin (26/10).

Untuk meningkatkan pemahaman pelari, Bicara Udara meluncurkan buklet edukasi Run Smart, Breathe Easy: An Air Quality Guide for Pelari Kalcer. Panduan tersebut disusun melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Medical Director JRF 2026, serta dokter spesialis paru.

Buklet itu memuat panduan mengenali faktor yang memengaruhi kualitas udara, memahami sinyal tubuh, serta menyesuaikan aktivitas sebelum, selama, dan setelah berlari dengan kondisi lingkungan. Informasi kualitas udara dinilai penting menjadi bagian dari persiapan atlet untuk mengurangi risiko paparan polusi.

Sementara itu, Medical Director JRF 2026 dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO, mengatakan, pelari perlu mempertimbangkan kondisi udara sebelum mengikuti perlombaan. Meski tidak dapat memilih kondisi cuaca dan kualitas udara pada hari perlombaan, pelari tetap bisa mempersiapkan diri berdasarkan informasi yang tersedia.

“Jadikan informasi kualitas udara sebagai salah satu bahan pertimbangan. Bukan untuk membuat takut, tapi untuk membantu kita berlari lebih cerdas,” tuturnya.

Bicara Udara juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menghadirkan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Mobile di dekat area race expo. Masyarakat dapat mengakses hasil pemantauan melalui aplikasi JAKI dan situs udara.jakarta.go.id.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore