
Mayapada Neuro Connect 2026 digelar sebagai wadah bagi para dokter memperbarui pengetahuan, mengasah keterampilan, serta bertukar pengalaman klinis dalam menangani berbagai kasus saraf dan otak, termasuk kasus kompleks. (Istimewa).
JawaPos.com - Dalam rangka mendorong kemajuan penanganan penyakit saraf dan otak di Indonesia melalui inovasi medis dan penguatan kolaborasi multidisiplin, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), rumah sakit flagship di bawah naungan Mayapada Healthcare, kembali melaksanakan Mayapada Neuro Connect 2026 pada 24-25 Oktober 2026.
Mengusung semangat "Dari Mayapada untuk Indonesia", simposium dan workshop medis ini menghadirkan 22 dokter spesialis dan subspesialis Mayapada Hospital Jakarta Selatan sebagai narasumber serta diikuti oleh lebih dari 2.000 dokter dari berbagai wilayah di Indonesia.
Tak sekadar menjadi forum pertukaran ilmu, kegiatan ini juga menghadirkan demonstrasi teknik bedah saraf minimal invasif dan prosedur berbantuan robot, serta praktik langsung (hands-on) bedah saraf pada kadaver bagi dokter spesialis bedah saraf. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman penerapan kolaborasi lintas spesialis dalam menangani kasus saraf dan otak kompleks di Mayapada Hospital.
Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Fiktorius Kuludong, MM, menyampaikan bahwa semangat tema tersebut diwujudkan melalui inovasi, penguatan kompetensi medis, dan kolaborasi multidisiplin untuk meningkatkan kapabilitas klinis serta menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional, termasuk di bidang neurologi dan bedah saraf.
"Mayapada Neuro Connect 2026 kami hadirkan sebagai wadah bagi para dokter untuk memperbarui pengetahuan, mengasah keterampilan, serta bertukar pengalaman klinis dan memperkuat kolaborasi lintas spesialis dalam menangani berbagai kasus saraf dan otak, termasuk kasus kompleks. Bagi kami, inovasi dan kemajuan layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi medis, tetapi juga oleh keahlian tenaga medis, kolaborasi multidisiplin, serta penerapan standar mutu dan keselamatan pasien. Prinsip inilah yang terus kami terapkan di MHJS sebagai rumah sakit yang telah meraih akreditasi internasional Joint Commission International (JCI)," jelas dr. Fiktor.
Tahun ini, Mayapada Neuro Connect mengusung tema "Comprehensive Neurology Update: Advancing Neurological Care Through Innovation and Multidisciplinary Collaboration", yang membahas perkembangan diagnosis, terapi, dan penanganan berbagai gangguan saraf dan otak, mulai dari penyakit saraf degeneratif, stroke, gangguan tidur dan pembuluh darah otak, tulang belakang dan fungsi gerak, pemulihan fungsi saraf (neurorestoration) serta pencitraan diagnostik (neuroimaging), termasuk teknologi SPECT (Single Photon Emission Computed Tomography).
Topik-topik tersebut sejalan dengan pengembangan Tahir Neuroscience Center sebagai layanan unggulan Mayapada Hospital yang didukung tim dokter multidisiplin dan teknologi medis mutakhir untuk menangani kasus saraf dan otak, termasuk yang membutuhkan tindakan bedah saraf tingkat lanjut (advanced neurosurgical procedures).
Perwakilan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI),dr. Abdul Wahid Indrajaya, Sp.N turut menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dokter dalam menjawab tantangan penanganan penyakit neurologis di Indonesia, termasuk stroke yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian.
Menurutnya, stroke masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, dengan angka kematian mencapai sekitar 337.000 jiwa per tahun. Kondisi ini menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan penguatan layanan neurologi yang tidak hanya didukung teknologi medis, tetapi juga keahlian dokter dan kolaborasi lintas disiplin.
"Kami mengapresiasi Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang terus mengembangkan kapabilitas penanganan saraf dan otak sekaligus membuka kesempatan pembelajaran melalui Mayapada Neuro Connect 2026. Partisipasi aktif para dokter dari berbagai wilayah Indonesia menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap forum ilmiah yang mempertemukan perkembangan ilmu kedokteran dengan pengalaman praktik klinis. Inisiatif seperti ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas penanganan pasien neurologi di Indonesia," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022