Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 00.15 WIB

Flu dan Batuk Bisa Diatasi dengan Swamedikasi, Jangan Pilih Sembarang Obat

Ilustrasi batuk. (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi batuk. (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Flu dan batuk menjadi keluhan yang sering dialami masyarakat ketika memasuki masa peralihan musim kemarau ke musim hujan. Kondisi tersebut dapat ditangani dengan swamedikasi atau pengobatan sendiri apabila gejala yang dialami masih tergolong ringan.

Dokter umum Ikhsanuddin Qoth’i menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk melakukan swamedikasi atau berkonsultasi ke dokter. Hal itu meliputi waktu, gejala yang muncul, dan siapa yang mengalami keluhan tersebut.

“Kalau misalkan gejalanya itu katakanlah atau flu batuk pileknya itu baru beberapa hari, kemudian tidak ada pemburukan, itu sebenarnya tidak perlu khawatir terlalu berlebihan. Bisa jadi itu memang self-limiting disease, dia bisa sembuh sendiri,” ujarnya dalam acara Actifed Media Event: Better Self Care Starts from Better Preparation on Transitional Weather. 

Ketika daya tahan tubuh kembali kuat, tubuh dapat melawan infeksi yang masuk. Secara umum, keluhan flu dan batuk dapat membaik dalam waktu sekitar 7 hingga 14 hari. 

Menurutnya, meski dapat sembuh sendiri, flu dan batuk tetap dapat menimbulkan gejala selama proses pemulihan. Gejala tersebut dapat diredakan dengan mengonsumsi obat-obatan simptomatik.

Namun, masyarakat tetap perlu mengenali tanda bahaya atau red flag yang menyertai keluhan tersebut. Misalnya, jika batuk dan pilek disertai demam tinggi dan sesak napas atau pada anak muncul kondisi seperti tidak mau makan, sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter.

Selama gejala masih tergolong ringan dan tidak menunjukkan tanda bahaya, kondisi tubuh juga perlu dijaga. Ikhsan menyarankan masyarakat memperbanyak istirahat serta mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Jangan Asal Memilih Obat  

Selain mengenali kondisi yang masih dapat ditangani sendiri, pemilihan obat juga menjadi hal yang perlu diperhatikan saat melakukan swamedikasi. 

Pharmacist & Clinical Pharmacy Expert Ikatan Apoteker Indonesia (IKI), Dr. apt. Lucy Novianti mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak langsung membeli obat hanya berdasarkan pengalaman sebelumnya. Pasalnya, jenis obat maupun keluhan yang menyertainya dapat berbeda.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore