Ilustrasi stres. (freepik)
JawaPos.com - Perasaan cemas atau gelisah di tengah in this economy merupakan hal yang wajar. Bahkan ketidakpastian ekonomi bisa memicu stres.
Menurut psikolog Bryan Robinson, Ph.D., otak manusia cenderung menganggap situasi yang tidak bisa diprediksi sebagai ancaman, sehingga sistem saraf simpatik ikut aktif dan memunculkan respons 'lawan atau lari'.
Dampaknya bisa merembet ke kesehatan mental, performa kerja, hingga semangat sehari-hari. Lantas, bagaimana cara menjaga kewarasan di tengah kondisi ekonomi yang serba tidak pasti?
Dilansir dari Forbes pada Jumat (7/3/2025) dan situs American Psychological Association (APA), berikut tujuh caranya.
1. Jeda Sejenak, Jangan Panik
Kabar buruk tentang ekonomi memang mudah ditemukan, mulai dari televisi, media daring, hingga lini masa media sosial. APA menyarankan agar kita berhenti sejenak dan tidak panik, serta menghindari kecenderungan bereaksi berlebihan atau justru pasrah begitu saja.
Artinya, Anda tidak perlu mengikuti setiap berita dan menelan mentah-mentah semua prediksi. Tarik napas dulu, pilah mana informasi yang benar-benar berdampak pada hidup Anda, dan mana yang hanya menambah kecemasan.
2. Jangan Menebak-nebak Kondisi Keuangan
Ketika fakta kurang lengkap, otak cenderung mengarang cerita sendiri. Contohnya, "Kayaknya saya bakal kena PHK berikutnya" atau "Uang saya pasti tidak cukup bulan depan." Robinson menjelaskan bahwa otak menyukai kepastian, sehingga sering membuat cerita yang belum teruji demi meredakan rasa tidak nyaman.
Cara mengatasinya adalah dengan melihat angka yang sebenarnya. Menurut Robinson, menghitung kondisi keuangan dan membuat anggaran membantu kita mengetahui uang yang masuk dan keluar, serta di mana pengeluaran bisa dikurangi.
APA juga mengingatkan bahwa menuliskan kondisi keuangan dan berkomitmen pada sebuah rencana bisa menurunkan stres, meskipun prosesnya mungkin membuat cemas dalam jangka pendek.
3. Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan dan Siapkan Plan B
Tidak semua hal dalam ekonomi bisa Anda atur, misalnya harga bahan pokok atau kebijakan perusahaan. Namun, ada hal yang sepenuhnya di tangan Anda. Menurut Robinson, menerima apa yang tidak bisa dikendalikan dan memusatkan perhatian pada yang bisa dikendalikan akan membuat kita tidak merasa seperti korban yang menunggu keadaan terburuk.
Salah satu caranya adalah menyiapkan Plan B, misalnya mencari pekerjaan sampingan untuk tambahan penghasilan. Memiliki cadangan pilihan bisa membuat pikiran terasa lebih tenang.
4. Kenali Cara Anda Melampiaskan Stres
Setiap orang punya cara sendiri untuk meredakan tekanan. Sayangnya, tidak semuanya sehat. APA mencatat bahwa di masa ekonomi sulit, sebagian orang lebih mudah melampiaskan stres lewat merokok, minum alkohol, berjudi, atau makan berlebihan karena emosi.
Jika Anda menyadari pola ini, jadikan tekanan ekonomi sebagai pemicu untuk mencari cara yang lebih sehat. APA memberi contoh sederhana: makan malam di rumah bersama keluarga bisa menghemat uang sekaligus mendekatkan hubungan.
5. Rawat Diri Lewat Hal-hal Kecil
Saat sedang menunggu kepastian, tubuh dan pikiran tetap perlu dirawat. Robinson menyarankan agar kita mengambil jeda singkat di sela pekerjaan, cukup tidur, berolahraga, menjaga pola makan seimbang, serta menghindari makanan cepat saji, alkohol berlebihan, dan nikotin.
Sisihkan juga waktu untuk aktivitas yang membuat hati senang, seperti berkebun, membaca novel, meditasi, atau berendam air hangat. Kegiatan sederhana ini bisa jadi pengingat bahwa hidup tidak hanya soal angka di rekening.
6. Ubah Cara Pandang terhadap Ketidakpastian
Otak kita cenderung melihat hal yang belum jelas sebagai ancaman. Padahal, menurut Robinson, kita bisa memilih untuk memandang ketidakpastian sebagai petualangan yang menimbulkan rasa penasaran, bukan sebagai masalah yang menimbulkan stres.
Ia juga mengutip temuan ilmuwan saraf Yale bahwa otak bekerja lebih keras dan lebih mudah menyerap informasi baru dalam situasi yang tidak dapat diprediksi. Jadi, masa yang tidak pasti bisa menjadi kesempatan untuk belajar keterampilan baru dan membangun ketahanan diri.
Cara pandang ini bukan berarti menutup mata terhadap masalah. Ini adalah upaya menyeimbangkan pikiran agar tidak hanya terpaku pada kemungkinan terburuk.
7. Ambil Langkah Kecil dan Jangan Ragu Minta Bantuan
Diam dan berharap semuanya baik-baik saja mungkin terasa aman, tetapi Robinson mengingatkan bahwa biaya dari tidak berbuat apa-apa jauh lebih menyakitkan. Mulailah dari keputusan kecil, seperti menyusun anggaran, menambah tabungan sedikit demi sedikit, atau mencari penghasilan tambahan.
Jika beban terasa terlalu berat, cari dukungan. APA menyebut bahwa layanan konseling kredit dan perencana keuangan dapat membantu kita mengendalikan situasi keuangan. Bila kecemasan tetap menumpuk, berbicara dengan psikolog juga bisa membantu mengurai emosi di balik masalah uang.
Stres Ekonomi Itu Wajar, tapi Bisa Dikelola
Cemas soal uang di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti adalah respons yang manusiawi. Yang terpenting adalah tidak membiarkan kecemasan itu mengambil alih. Seperti pesan Robinson, pola pikir Anda adalah sekutu paling kuat saat kondisi di luar kendali, karena di dalam ketidakpastian ada kemungkinan hasil yang baik maupun buruk.
Mulailah dari satu langkah kecil hari ini. Jika stres terasa sangat mengganggu tidur, pekerjaan, atau hubungan Anda, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga profesional.