
Ilustrasi kanker. (Photo by Anna Tarazevich/Pexels)
JawaPos.com - Singapura masih menjadi salah satu tujuan pasien dari Indonesia yang mencari pengobatan kanker.
Namun, alasan pasien menyeberang ke negara tetangga itu dinilai bukan semata karena menganggap dokter di Indonesia kurang mumpuni.
Akses terhadap obat-obatan baru dan teknologi pengobatan kanker menjadi salah satu faktor yang membuat pasien memilih berobat ke Singapura.
Konsultan Senior Onkologi Medis di OncoCare Cancer Centre Singapura dr. Kevin Tay mengatakan, kualitas dokter di kawasan Asia Tenggara pada dasarnya sudah sangat baik.
Persoalannya lebih berkaitan dengan seberapa cepat pasien dapat mengakses perkembangan terapi terbaru.
Saat ini, sekitar 20 persen pasien berasal dari luar Singapura, termasuk Indonesia.
“Saya rasa masalahnya bukan pada dokternya, melainkan lebih pada akses ke obat-obatan baru. Pasien tidak hanya dari Indonesia, tetapi dari seluruh kawasan ini, terbang ke sini untuk mendapatkan obat-obatan baru ini, karena mereka ingin memiliki harapan tersebut,” ujar Kevin.
Salah satu contoh yang disampaikan Kevin adalah hadirnya obat telan baru untuk kanker pankreas metastatik.
Terapi target oral tersebut baru mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada 26 Agustus 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022