Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 17.01 WIB

Lansia Paling Rentan terhadap Abu Erupsi Anak Krakatau, Jumlahnya Capai 3,3 Juta Jiwa

Ilustrasi jemaah haji lansia. (Dokumentasi PPIH Debarkasi Surabaya) - Image

Ilustrasi jemaah haji lansia. (Dokumentasi PPIH Debarkasi Surabaya)

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis kelompok usia paling berisiko mengalami ancaman kesehatan dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka adalah para lanjut usia (lansia). Populasi lansia mencapai sekitar 3,3 juta jiwa menurut data Kemenkes.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan, abu vulkanik memiliki karakteristik yang berbeda dengan debu biasa. Kandungan silika tajam membuatnya berbahaya bagi paru-paru, mata, dan kulit.

"Bila bercampur dengan air, abu dapat mengeras seperti semen sehingga salah cara membersihkan justru menambah risiko," kata Imran Pambudi di Jakarta Senin (7/9) dikutip dari Antara.

Bagi lansia, lanjutnya, paparan abu vulkanik dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Gangguan pernapasan seperti ISPA, sesak napas, dan eksaserbasi asma atau PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) sering terjadi.

Risiko kardiovaskular meningkat dengan tekanan darah yang naik dan potensi serangan jantung atau stroke.

Partikel halusnya mampu menembus jauh ke dalam saluran pernapasan, memicu peradangan, dan memperburuk penyakit kronis. Hal ini berbeda dengan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih banyak mengandung karbon, gas beracun, dan partikel organik.

Abu vulkanik menimbulkan iritasi fisik yang cepat, sementara asap karhutla berdampak lebih lama dan kronis terhadap kesehatan pernapasan dan kardiovaskular.

"Mata menjadi perih, berair, dan mudah teriritasi, sementara kulit mengalami gatal dan peradangan. Tidak jarang lansia juga mengalami kebingungan atau penurunan konsentrasi akibat paparan berkepanjangan. Trauma evakuasi mendadak dan isolasi sosial menambah beban psikologis berupa stres dan depresi," katanya.

Aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau selalu menjadi ancaman kesehatan yang nyata, terutama bagi kelompok lansia.

Sejarah mencatat bahwa gunung ini beberapa kali meletus dalam dua dekade terakhir, dengan peristiwa besar pada tahun 2018 yang memicu tsunami di Selat Sunda, serta letusan pada September 2026 yang menyebarkan abu hingga Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Barat.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore