Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 06.20 WIB

Abu Vulkanik Jadi Pengingat Ancaman Kualitas Udara Tak Hanya dari Polusi

Ilustrasi abu vulkanik menutupi permukaan mobil. (ANTARA/Aditya Pradana Putra) - Image

Ilustrasi abu vulkanik menutupi permukaan mobil. (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

JawaPos.com - Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang mencapai Jabodetabek menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap udara yang dihirup masyarakat Indonesia tidak hanya datang dari asap kendaraan dan polusi perkotaan.

Fenomena sebaran abu vulkanik akibat aktivitas gunung berapi menjadi pengingat bahwa kualitas udara juga dapat memburuk akibat bencana alam dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Indah Khairunnisa, Lead Project International Day of Clean Air 2026 menerangkan bahwa di Jakarta, persoalan polusi udara telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban. Sementara di sejumlah wilayah lain, masyarakat dapat menghadapi paparan asap kebakaran hutan dan lahan maupun abu vulkanik dari aktivitas gunung berapi.

Memanfaatkan momentum Hari Udara Bersih Internasional 2026, Bicara Udara dengan fasilitasi Clean Mobility Collective Global mengajak generasi muda memahami persoalan kualitas udara sekaligus menyuarakan pengalaman dan keresahan mereka melalui rangkaian kegiatan bertema “Navigating Pollution: Living Smart, Breathing Better”.

Bagi masyarakat urban, Indah menegaskan bahwa paparan polusi juga dapat terjadi ketika mereka melakukan perjalanan sehari-hari. Mereka yang berjalan kaki, bersepeda, maupun menggunakan transportasi publik tetap berhadapan dengan kualitas udara di sepanjang perjalanan. Karena itu, konsep healthy commute mesti menjadi prioritas.

“Healthy commute seharusnya tidak menjadi pilihan yang sulit bagi masyarakat. Ketika seseorang memilih berjalan kaki atau menggunakan transportasi publik, seharusnya ada sistem yang mendukungnya untuk tetap aman dan terlindungi dari paparan polusi," ujar Indah kepada wartawan, Senin (7/9).

Melalui International Day of Clean Air 2026, ia menegaskan ingin membawa keresahan dan pengalaman anak muda dalam mobilitas sehari-hari ke ruang percakapan yang lebih luas, termasuk dengan para pemangku kebijakan

"Agar kebutuhan akan transportasi yang sehat dan mendukung udara bersih semakin diperhatikan,” tuturnya

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta William A. Sarana menyatakan pentingnya kebutuhan terhadap kebijakan pengendalian pencemaran udara yang lebih responsif.

Pembahasan tersebut menjadi relevan mengingat Perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara telah menjadi landasan pengendalian kualitas udara Jakarta selama lebih dari dua dekade.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore