Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Agustus 2026 | 14.38 WIB

Diabetes Bukan Penyakit Sesaat, Pendampingan Pasien Sangat Penting untuk Cegah Komplikasi

Media Discussion bertajuk End-to-End Diabetes Ecosystem Support: Dari Pencegahan hingga Manajemen Jangka Panjang di Jakarta baru-baru ini. (ist) - Image

Media Discussion bertajuk End-to-End Diabetes Ecosystem Support: Dari Pencegahan hingga Manajemen Jangka Panjang di Jakarta baru-baru ini. (ist)

JawaPos.com – Diabetes bukan penyakit sesaat. Penyandang diabetes harus melakukan pengobatan seumur hidup dengan terapi obat maupun suntik. Jika tidak disiplin menjalani pengobatan, penyandang diabetes bisa saja mengalami komplikasi, yang justru memperburuk kualitas hidup.

Indonesia sendiri masih menempati peringkat kelima dunia dengan lebih dari 20 juta penyandang diabetes berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF). Namun sayangnya, berdasarkan survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, kepatuhan menjalani pengobatan dan pemeriksaan ulang masih rendah, terutama pada kelompok usia produktif.

Dengan kata lain, tantangan bukan hanya soal menekan angka diabetes tapi juga setelah seseorang diketahui menderita diabetes. Diungkapkan Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI), dr. Ida Ayu Made Kshanti, Sp.PD-KEMD, keberhasilan pengelolaan diabetes tak hanya ditentukan oleh obat. Tapi kesadaran pasien itu sendiri untuk menjalani tata laksana medis secara konsisten.

Agar penyandang diabetes bisa sadar dan paham, edukasi berkelanjutan dengan pendampingan tentu diperlukan. Baginya, ini penting guna mencegah pasien tidak patuh minum obat yang berujung pada komplikasi. Bisa dengan pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support.

Pendekatan ini menitikberatkan pada pengelolaan diabetes yang berkesinambungan. Mulai dari dari edukasi, deteksi dini, terapi, pemantauan, hingga perubahan gaya hidup. Seluruh tahapan tersebut perlu saling terhubung agar pasien tidak terputus dari layanan kesehatan. 

“Penyandang diabetes tidak menjalani perjalanan penyakitnya sendiri, tetapi didampingi untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik,” ujar dr. Ida dalam Media Discussion bertajuk End-to-End Diabetes Ecosystem SupportDari Pencegahan hingga Manajemen Jangka Panjang di Jakarta baru-baru ini.

Dalam kesempatan yang sama, Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, dr. Selvinna, M.Biomed mengungkapkan, diabetes bukan penyakit yang dapat dikelola dengan terapi sesaat. Penyandang diabetes membutuhkan pendampingan bukan hanya saat minum obat. Tapi sejak memahami faktor risiko, menjalani deteksi dini, memulai terapi, hingga mengelola penyakit dalam jangka panjang. 

“Melalui pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support, Kalbe berupaya menghadirkan ekosistem yang menghubungkan setiap tahapan tersebut agar pasien memperoleh dukungan yang berkesinambungan,” ujar Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, dr. Selvinna, M.Biomed. 

Komplikasi Muncul Ketika Terapi tidak Konsisten

Diungkapkan Ketua Cabang PERSADIA Jakarta Barat, dr. Marshell Tendean, Sp.PD, Subsp. E.M.D., FINASIM, tidak sedikit pasien yang memang sulit mempertahankan kepatuhan terapi. Bahkan keadaan ini makin sulit ketika perubahan gaya hidup dalam jangka panjang tidak dilakukan. 

Dalam praktik sehari-hari, ia melihat banyak pasien datang ketika komplikasi sudah mulai muncul. Kondisi tersebut sering terjadi karena diabetes terlambat terdeteksi atau terapi tidak dijalankan secara konsisten.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore