
Petani Tembakau. (Istimewa)
JawaPos.com - Rencana pemerintah membatasi kadar nikotin dan tar pada produk tembakau dinilai memerlukan kajian mendalam serta masa transisi yang panjang. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan, penentuan ambang batas tersebut tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena menyangkut keberlangsungan seluruh rantai ekosistem pertembakauan nasional.
Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN Setiari Marwanto menjelaskan, kebijakan ini bukan sekadar menetapkan angka, melainkan berdampak langsung pada taraf hidup jutaan masyarakat. Mulai dari petani hingga pelaku industri pengolahan.
Setiari mengungkapkan, berdasar hasil rapat koordinasi bersama kementerian terkait pada Juni lalu, penerapan pembatasan kadar nikotin dan tar hanya akan difokuskan pada produk tembakau hasil pengolahan lanjutan, seperti tembakau molase.
Sementara itu, untuk produk tembakau yang diolah langsung seperti tembakau rajangan, cerutu, hingga rokok kretek konvensional, pembahasannya resmi ditangguhkan untuk sementara waktu.
"Keputusan itu diambil setelah pemerintah mendapatkan berbagai masukan dalam pertemuan terakhir pada Juni lalu. Jadi, pembahasan akan difokuskan pada produk tembakau yang melalui proses pengolahan lanjutan, sedangkan tembakau rajangan, cerutu, dan produk sejenis untuk sementara ditunda," ujar Setiari.
Guna mencegah dampak sosial dan ekonomi di tingkat bawah, salah satu kementerian terkait mengusulkan agar penerapan kebijakan ini diberikan masa transisi sekitar 30 tahun. Hal ini dinilai penting mengingat proses adaptasi teknis di lapangan tidak seproporsional teori di atas kertas.
Baca Juga:Tidak Perlu Mahal! 10 Daftar Makanan Tinggi Protein yang Ramah di Kantong untuk Membentuk Otot
Setiari menegaskan, penetapan batas nikotin yang sangat rendah, yaitu di bawah 1 persen atau setara <10 mg/g, menuntut perubahan mendasar. Tantangan besar muncul mulai dari pemilihan varietas tanaman di tingkat petani, pola pemupukan, hingga penyesuaian formulasi blending di tingkat pabrik.
"Persoalan ini bukan perkara mudah. Banyak aspek yang harus diperhatikan, mulai dari tingkat petani, apakah mereka tetap menanam varietas yang sekarang atau harus beralih ke varietas baru yang kadar nikotinnya lebih rendah," jelas dia.
Dia menambahkan, faktor kadar nikotin sangat dipengaruhi oleh pasokan nitrogen pada tanaman. Selain itu, pabrik juga harus menguji ulang apakah rasa produk akhir masih dapat diterima oleh konsumen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022