Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Agustus 2026 | 04.25 WIB

Rencana Pemerintah Batasi Nikotin, BRIN: Butuh Transisi Hingga 30 Tahun

Petani Tembakau. (Istimewa) - Image

Petani Tembakau. (Istimewa)

JawaPos.com - Rencana pemerintah membatasi kadar nikotin dan tar pada produk tembakau dinilai memerlukan kajian mendalam serta masa transisi yang panjang. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan, penentuan ambang batas tersebut tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena menyangkut keberlangsungan seluruh rantai ekosistem pertembakauan nasional.

Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN Setiari Marwanto menjelaskan, kebijakan ini bukan sekadar menetapkan angka, melainkan berdampak langsung pada taraf hidup jutaan masyarakat. Mulai dari petani hingga pelaku industri pengolahan.

Setiari mengungkapkan, berdasar hasil rapat koordinasi bersama kementerian terkait pada Juni lalu, penerapan pembatasan kadar nikotin dan tar hanya akan difokuskan pada produk tembakau hasil pengolahan lanjutan, seperti tembakau molase.

Sementara itu, untuk produk tembakau yang diolah langsung seperti tembakau rajangan, cerutu, hingga rokok kretek konvensional, pembahasannya resmi ditangguhkan untuk sementara waktu.

"Keputusan itu diambil setelah pemerintah mendapatkan berbagai masukan dalam pertemuan terakhir pada Juni lalu. Jadi, pembahasan akan difokuskan pada produk tembakau yang melalui proses pengolahan lanjutan, sedangkan tembakau rajangan, cerutu, dan produk sejenis untuk sementara ditunda," ujar Setiari.

Usul Transisi 30 Tahun Demi Hindari Gejolak

Guna mencegah dampak sosial dan ekonomi di tingkat bawah, salah satu kementerian terkait mengusulkan agar penerapan kebijakan ini diberikan masa transisi sekitar 30 tahun. Hal ini dinilai penting mengingat proses adaptasi teknis di lapangan tidak seproporsional teori di atas kertas.

Setiari menegaskan, penetapan batas nikotin yang sangat rendah, yaitu di bawah 1 persen atau setara <10 mg/g, menuntut perubahan mendasar. Tantangan besar muncul mulai dari pemilihan varietas tanaman di tingkat petani, pola pemupukan, hingga penyesuaian formulasi blending di tingkat pabrik.

"Persoalan ini bukan perkara mudah. Banyak aspek yang harus diperhatikan, mulai dari tingkat petani, apakah mereka tetap menanam varietas yang sekarang atau harus beralih ke varietas baru yang kadar nikotinnya lebih rendah," jelas dia.

Dia menambahkan, faktor kadar nikotin sangat dipengaruhi oleh pasokan nitrogen pada tanaman. Selain itu, pabrik juga harus menguji ulang apakah rasa produk akhir masih dapat diterima oleh konsumen.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore