
Ilustrasi sarapan menjadi hal penting bagi anak yang sering terlewat dan tidak disadari orang tua. (Istimewa)
JawaPos.com - Berangkat ke sekolah tanpa sarapan masih menjadi kebiasaan banyak anak di Indonesia. Padahal, makan di pagi hari bukan sekadar mengisi perut sebelum beraktivitas, melainkan langkah penting untuk memenuhi kebutuhan gizi, menjaga stamina dan energi, sekaligus membantu anak lebih fokus dan konsentrasi selama mengikuti pelajaran di sekolah.
Kondisi ini menjadi perhatian karena berbagai penelitian menunjukkan 16,9 hingga 59 persen anak usia sekolah di Indonesia masih melewatkan sarapan. Sementara itu, sekitar 31,2 persen orang dewasa juga belum terbiasa makan di pagi hari. Padahal, sarapan dapat memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan gizi harian, membantu menyediakan energi setelah tubuh berpuasa selama semalaman, mengurangi risiko mudah lelah, serta mendukung konsentrasi dan produktivitas sepanjang pagi.
Bagi anak-anak, manfaat sarapan bahkan lebih besar. Asupan makanan di pagi hari membantu otak memperoleh energi yang dibutuhkan untuk berpikir, mengingat, dan belajar.
Sebaliknya, anak yang terbiasa berangkat sekolah tanpa sarapan lebih rentan merasa lapar sebelum waktu makan siang, sulit berkonsentrasi, hingga kehilangan semangat saat mengikuti kegiatan belajar. Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, waktu sarapan juga dapat menjadi kesempatan bagi orang tua membangun komunikasi dengan anak sebelum memulai aktivitas.
Kebiasaan sederhana ini dinilai mampu membentuk pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan keluarga. Masih rendahnya budaya sarapan tersebut mendorong berbagai pihak untuk terus mengedukasi masyarakat.
Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan National Breakfast Day (NBD) yang telah memasuki tahun ke-14. Program tersebut menargetkan pembagian lebih dari 135.000 porsi menu sarapan kepada masyarakat sepanjang 2026.
Baca Juga:Obesitas Bukan Sekadar Berat Badan, Studi Ungkap Standar Baru yang Lebih Akurat untuk Orang Asia
Pada pelaksanaan perdana 26 Juli 2026, lebih dari 45.600 porsi telah dibagikan kepada sekitar 14.600 keluarga di 259 restoran yang berpartisipasi. Kegiatan akan berlanjut pada 23 Agustus 2026 dengan target distribusi 89.450 porsi, sehingga totalnya mencapai lebih dari 135.000 porsi.
Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia Caroline Kurniadjaja mengatakan, National Breakfast Day merupakan komitmen yang telah dijalankan selama 14 tahun untuk mengajak masyarakat membangun kebiasaan sarapan melalui pengalaman yang menyenangkan.
"Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi semakin banyak keluarga Indonesia menjadikan sarapan sebuah momen istimewa untuk mengawali hari dengan lebih hangat dan penuh energi, sekaligus membawa kebiasaan baik tersebut ke rumah setiap harinya," ujar Caroline di Jakarta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022