Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juni 2026 | 18.50 WIB

Dokter Ungkap Alasan Target Penurunan LDL-C Berbeda Tiap Kondisi, Kepatuhan Obat Jadi Kunci

ilustrasi kolesterol jahat. (Freepik) - Image

ilustrasi kolesterol jahat. (Freepik)

JawaPos.com – Target penurunan kadar kolesterol jahat atau LDL-C pada setiap pasien tidak bisa disamakan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, menegaskan, penentuan target LDL-C harus disesuaikan dengan kondisi klinis dan risiko kardiovaskular masing-masing pasien.

Secara umum, kadar LDL-C atau kolestrol jahat bagi orang yang tak memiliki komplikasi di bawah 100 mg/dL. Namun, acuan ini sering disamaratakan dengan semua kondisi. Padahal menurut Prof. Sidartawan, pasien yang hanya memiliki faktor risiko awal memiliki target yang berbeda dengan pasien diabetes yang sudah mengalami serangan jantung atau stroke.

Karena itu, dokter tidak hanya melihat hasil laboratorium, tetapi juga riwayat penyakit dan tingkat risiko pasien secara keseluruhan. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sidartawan dalam simposium ilmiah Comprehensive Lipid Management in Patients with Type 2 Diabetes yang digelar Daewoong Pharmaceutical Indonesia dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERKENI 2026 di Bandung, Sabtu (27/6).

Target LDL-C Berbeda Sesuai Risiko Pasien

Prof. Sidartawan menjelaskan, konsep cardiovascular-kidney-metabolic syndrome (CKM) membuat target LDL-C tidak bisa disamaratakan. "Untuk setiap orang targetnya berbeda-beda, tidak sama. Karena setiap orang kondisinya berbeda di dalam tatanan atau perjalanan CKM tadi," ujar Prof. Sidartawan.

Dia mencontohkan pasien yang baru mengalami resistensi insulin memiliki target yang berbeda dengan pasien diabetes. Target tersebut kembali berubah apabila pasien memiliki faktor risiko kardiovaskular lain.

Pasien diabetes tanpa komplikasi umumnya memiliki target LDL-C di bawah 100 mg/dL. Namun apabila pasien disertai hipertensi atau faktor risiko lain, targetnya turun menjadi di bawah 70 mg/dL.

Sementara pasien diabetes yang telah mengalami penyakit jantung koroner atau stroke memiliki target LDL-C lebih ketat, yakni di bawah 55 mg/dL.

"Kalau dia diabetes lalu kemudian sudah kena serangan jantung atau pernah stroke, tidak cukup dengan 100, tidak cukup dengan 70. Turun menjadi 55 karena dengan 70 ini masih kejadian, sehingga harus diturunkan lagi," kata Sidartawan Soegondo.

Bahkan, apabila pasien kembali mengalami kejadian kardiovaskular meski target tersebut telah tercapai, kadar LDL-C dapat diturunkan hingga 40 mg/dL.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore