
ilustrasi orang yang mengidap diabetes. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Pengelolaan diabetes melitus tipe 2 (DMT2) tidak hanya berkaitan dengan pengaturan makanan saat sarapan, makan siang, atau makan malam.
Banyak penyandang diabetes juga menghadapi persoalan lain yang sering luput dari perhatian, yakni munculnya rasa lapar berlebihan di antara waktu makan atau yang dikenal sebagai fake hunger.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh mengirimkan sinyal lapar meski kadar gula darah sebenarnya sudah tinggi. Pada penyandang diabetes tipe 2, resistensi insulin membuat glukosa tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sel-sel tubuh sebagai sumber energi.
Akibatnya, otak menerima sinyal seolah tubuh kekurangan energi dan memicu rasa lapar.
Fenomena tersebut telah lama menjadi perhatian para peneliti. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care dan Nature Reviews Endocrinology menunjukkan bahwa resistensi insulin dapat mengganggu mekanisme pengaturan rasa kenyang dan energi di otak sehingga meningkatkan kecenderungan makan berlebihan pada sebagian pasien diabetes tipe 2.
Akibatnya, banyak penderita diabetes memilih mengonsumsi camilan di luar jadwal makan utama. Sebagian lainnya justru menahan lapar terlalu lama, yang kemudian berujung pada konsumsi makanan berlebih saat waktu makan tiba. Kedua kondisi tersebut berpotensi menyulitkan pengendalian gula darah.
Menurut dokter sekaligus konsultan pengembangan produk nutrisi, dr. Kelvin Candiago, tantangan terbesar bagi penyandang diabetes sering kali bukan hanya saat makan utama, melainkan ketika rasa lapar muncul di sela-sela aktivitas harian.
Baca Juga:Waspada! 7 Tanda Diabetes yang Sering Diabaikan, dari Gula Darah hingga Gejala Fisik yang Dialami
"Bagi penyandang diabetes, tantangannya bukan hanya mengelola gula darah saat makan utama, tetapi juga saat muncul rasa lapar di antara waktu makan," ujarnya.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa jenis makanan yang dikonsumsi saat ngemil berpengaruh terhadap respons gula darah. Konsep yang banyak digunakan adalah glycemic load atau beban glikemik, yakni ukuran yang menggambarkan seberapa besar dampak suatu makanan terhadap kenaikan gula darah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022