Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juni 2026 | 18.44 WIB

Dokter Diminta Selektif Memilih Obat Diabetes, sesuaikan Kemampuan Ginjal Pasien

Tanda diabetes yang sering diabaikan, dari gula darah hingga gejala fisik (Magnific/Rawpixel.com) - Image

Tanda diabetes yang sering diabaikan, dari gula darah hingga gejala fisik (Magnific/Rawpixel.com)

JawaPos.com - Pemilihan obat diabetes tidak dapat dilakukan secara seragam pada seluruh pasien. Dokter diminta mempertimbangkan kondisi ginjal, kesehatan jantung, hingga risiko komplikasi sebelum menentukan terapi yang tepat bagi pasien diabetes.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD, K-EMD menegaskan, pengobatan diabetes saat ini tidak hanya berfokus pada pengendalian gula darah, tetapi juga harus memperhatikan dampak terapi terhadap organ lain, terutama ginjal dan jantung.

Prof. Yunir menilai pengelolaan diabetes di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari aspek tenaga kesehatan, pasien, ketersediaan terapi, hingga kepatuhan menjalani pengobatan.

Meski pilihan obat diabetes semakin banyak, dokter harus menentukan terapi berdasarkan karakteristik masing-masing pasien.

"Ada beberapa karakteristik yang perlu kita tentukan dari sisi pasien, mana yang cocok dengan obat tertentu, mana yang tidak cocok, mana yang harus dihindari," katanya dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERKENI 2026 di Bandung, Sabtu (27/6).

Dia menegaskan bahwa fungsi ginjal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan terapi. "Terkait juga kemampuan fungsi ginjalnya, apakah obat-obat yang diberikan itu akan memberikan dampak positif atau dampak negatif. Begitu juga terhadap jantung," tegasnya.

Karena itu, pengobatan diabetes saat ini harus mempertimbangkan manfaat terapi terhadap organ-organ vital dan potensi komplikasi jangka panjang.

Kendali Gula Darah Saja Tidak Cukup

Menurut Prof. Yunir, tujuan terapi diabetes tidak hanya menurunkan kadar gula darah, tetapi juga mencegah komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien.

"Kita concern terhadap kendali gula darah yang bisa menjadi lebih baik, tetapi juga dampak terhadap gangguan atau komplikasi yang mungkin terjadi," katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore