
Ilustrasi diabetes.
JawaPos.com — Lonjakan gula darah setelah makan atau postprandial masih menjadi tantangan harian bagi jutaan penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Kondisi ini dinilai berisiko memicu berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik melalui pola makan, aktivitas fisik, hingga asupan serat yang memadai.
Dalam satu dekade terakhir, jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai sekitar 20,4 juta jiwa, dengan 90–95 persen di antaranya merupakan Diabetes Melitus Tipe 2. Salah satu persoalan yang paling sering dihadapi adalah kenaikan kadar gula darah dua jam setelah makan.
Kondisi tersebut mendorong berbagai upaya pengembangan produk berbasis nutrisi untuk membantu mengendalikan respons glikemik setelah makan. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan minuman serat mGanik Metafiber yang diklaim telah menjalani uji klinis terhadap penyandang Diabetes Melitus Tipe 2.
Uji klinis tersebut melibatkan 30 partisipan dengan metode crossover, yakni membandingkan respons tubuh pada kondisi makan tanpa konsumsi serat dan makan setelah mengonsumsi Metafiber. Pengukuran kadar glukosa dilakukan secara berkala hingga 120 menit setelah makan.
Hasil pengujian menunjukkan adanya penurunan lonjakan gula darah pada berbagai fase postprandial. Pada dua jam setelah makan, lonjakan gula darah tercatat lebih rendah hingga 34 persen dibanding kondisi tanpa konsumsi produk tersebut.
Pengembang mGanik Nutrition menyebut, hasil tersebut menjadi salah satu bukti penting bahwa asupan serat dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa setelah makan.
“Diabetes adalah krisis kesehatan yang nyata di Indonesia. Maka dibutuhkan solusi yang terukur, tervalidasi, dan bisa dirasakan langsung oleh penyandang, terutama untuk mencegah lonjakan gula darah setelah makan,” ujar dr. Kelvin Candiago, diabetologist yang juga merupakan Founder mGanik.
Meski demikian, lanjut Kelvin, pengendalian diabetes tetap memerlukan pendekatan menyeluruh.
Mulai dari pengaturan pola makan, pemeriksaan rutin, aktivitas fisik, hingga kepatuhan terhadap terapi medis yang dianjurkan tenaga kesehatan.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
