Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Mei 2026 | 14.41 WIB

Kasus Diabetes di Indonesia Naik Dalam 1 Dekade, Lonjakan Gula Darah Postprandial Jadi Sorotan

Ilustrasi diabetes. - Image

Ilustrasi diabetes.

JawaPos.com — Lonjakan gula darah setelah makan atau postprandial masih menjadi tantangan harian bagi jutaan penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Kondisi ini dinilai berisiko memicu berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik melalui pola makan, aktivitas fisik, hingga asupan serat yang memadai.

Dalam satu dekade terakhir, jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai sekitar 20,4 juta jiwa, dengan 90–95 persen di antaranya merupakan Diabetes Melitus Tipe 2. Salah satu persoalan yang paling sering dihadapi adalah kenaikan kadar gula darah dua jam setelah makan.

Kondisi tersebut mendorong berbagai upaya pengembangan produk berbasis nutrisi untuk membantu mengendalikan respons glikemik setelah makan. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan minuman serat mGanik Metafiber yang diklaim telah menjalani uji klinis terhadap penyandang Diabetes Melitus Tipe 2.

Uji klinis tersebut melibatkan 30 partisipan dengan metode crossover, yakni membandingkan respons tubuh pada kondisi makan tanpa konsumsi serat dan makan setelah mengonsumsi Metafiber. Pengukuran kadar glukosa dilakukan secara berkala hingga 120 menit setelah makan.

Hasil pengujian menunjukkan adanya penurunan lonjakan gula darah pada berbagai fase postprandial. Pada dua jam setelah makan, lonjakan gula darah tercatat lebih rendah hingga 34 persen dibanding kondisi tanpa konsumsi produk tersebut.

Pengembang mGanik Nutrition menyebut, hasil tersebut menjadi salah satu bukti penting bahwa asupan serat dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa setelah makan.

Diabetes adalah krisis kesehatan yang nyata di Indonesia. Maka dibutuhkan solusi yang terukur, tervalidasi, dan bisa dirasakan langsung oleh penyandang, terutama untuk mencegah lonjakan gula darah setelah makan,” ujar dr. Kelvin Candiago, diabetologist yang juga merupakan Founder mGanik.

Meski demikian, lanjut Kelvin, pengendalian diabetes tetap memerlukan pendekatan menyeluruh.

Mulai dari pengaturan pola makan, pemeriksaan rutin, aktivitas fisik, hingga kepatuhan terhadap terapi medis yang dianjurkan tenaga kesehatan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore