Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Mei 2026 | 21.51 WIB

Guru Besar FKM UI Sebut Hantavirus Belum Terbukti Menyebar dari Manusia ke Manusia, meski Berpotensi

ILUSTRASI. Sejauh ini Hantavirus tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Sehingga penularannya berbeda dengan coronavirus. (Mumbai live) - Image

ILUSTRASI. Sejauh ini Hantavirus tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Sehingga penularannya berbeda dengan coronavirus. (Mumbai live)

JawaPos.com - Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti kuat yang menunjukkan Hantavirus dapat menular dari manusia ke manusia.

Hal itu termasuk pada kasus penyebadan hantavirus di kapal pesiar berbasis Belanda yang berlayar di Samudera Atlantik. Sejumlah penumpang dilaporkan jatuh sakit akibat dugaan infeksi hantavirus, penyakit yang dikenal memiliki tingkat kematian cukup tinggi pada kasus tertentu.

Prof. Wiku menjelaskan, Hantavirus merupakan virus zoonosis yang pertama kali ditemukan di Korea dan berasal dari tikus sebagai inang utama. Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui paparan urin, kotoran, atau saliva tikus yang mencemari lingkungan, termasuk makanan.

Ia menjelaskan, kasus yang belakangan menjadi perhatian terjadi di sebuah kapal wisata dengan sekitar 147 penumpang yang berlayar di kawasan Atlantik Selatan, dari Argentina menuju Afrika Selatan. Dalam perjalanan yang berlangsung cukup lama, para penumpang sempat singgah di beberapa lokasi, sehingga sumber penularan masih dalam proses investigasi.

“Belum bisa disebut seperti itu (menular dari manusia ke manusia),” katanya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (6/5).

Menurutnya, ada kemungkinan para penumpang tertular saat berada di darat sebelum naik kapal atau justru saat berada di dalam kapal akibat paparan lingkungan yang terkontaminasi tikus.

Masa inkubasi virus yang berlangsung beberapa waktu juga memungkinkan gejala baru muncul saat perjalanan berlangsung.

Prof. Wiku menambahkan, meskipun terdapat potensi penularan antarmanusia, namun hal tersebut sangat jarang terjadi dan belum dapat dipastikan dalam kasus ini.

“Potensi itu ada, tapi laporannya sangat terbatas. Sejarah penularan antar manusia itu kecil,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kasus ini penting untuk dikaji lebih lanjut karena melibatkan perjalanan lintas negara dengan penumpang dari berbagai kewarganegaraan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore