
Ilustrasi anak bermain gadget (photoroyalty/freepik)
JawaPos.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendukung kebijakan pembatasan usia penggunaan media sosial (medsos) bagi anak yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Bahkan, anak di bawah usia dua tahun disebut tidak boleh terpapar gawai sama sekali.
Dukungan ini disampaikan seiring penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) serta aturan turunan dari Kementerian Komunikasi dan Digital yang mengatur pembatasan akses media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun di sejumlah platform digital.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk melindungi tumbuh kembang anak dari dampak negatif dunia digital.
“Kebijakan ini sudah lama dinantikan kalangan medis karena dampak media sosial terhadap anak semakin mengkhawatirkan. Namun, ini baru langkah awal dan harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/4).
dr.Piprim menegaskan bahwa pada dua tahun pertama kehidupan, anak tidak boleh terpapar layar karena periode tersebut merupakan masa krusial perkembangan otak.
Menurutnya, pada fase ini anak membutuhkan interaksi langsung dan stimulasi nyata, yang tidak bisa digantikan oleh perangkat digital. Paparan gawai pada usia terlalu dini berisiko mengganggu perkembangan sensorik, kognitif, hingga kemampuan sosial anak.
Selain itu, IDAI menilai kebijakan pembatasan usia 16 tahun sebagai batas minimal penggunaan media sosial sudah tepat. Pada usia tersebut, anak dinilai lebih siap secara emosional dan kognitif untuk menghadapi berbagai risiko di ruang digital.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Fitri Hartanto, menambahkan bahwa pembatasan ini harus dibarengi dengan pendampingan orang tua di rumah.
“Pembatasan usia penting, tetapi peran orang tua tetap utama. Aturan ini justru menjadi fondasi agar orang tua bisa lebih optimal mendampingi anak,” jelasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
