Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Maret 2026 | 19.19 WIB

Jangan sampai Naik atau Turun Drastis! 7 Cara Jaga Berat Badan Tetap Stabil saat Ramadhan

Penyebab berat badan turun tanpa sebab./Freepik - Image

Penyebab berat badan turun tanpa sebab./Freepik

JawaPos.com - Ramadhan sering dianggap sebagai momen “uji coba” bagi berat badan. Ada yang berharap bisa turun, tapi justru naik karena kalap saat berbuka. Ada juga yang ingin tetap stabil, namun malah turun drastis karena pola makan yang tidak teratur. Perubahan jam makan dan tidur memang bisa memengaruhi metabolisme tubuh kamu.

Supaya berat badan tetap stabil selama puasa, kamu perlu strategi yang tepat. Bukan dengan mengurangi makan secara ekstrem atau justru balas dendam saat berbuka, melainkan dengan pengaturan pola makan, aktivitas, dan istirahat yang seimbang.

Berikut 7 cara yang bisa kamu terapkan selama Ramadhan!

1. Jangan Lewatkan Sahur dengan Menu Seimbang

Sahur adalah fondasi energi kamu sepanjang hari. Pastikan kamu mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar kenyang lebih lama. Tambahkan protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe untuk menjaga massa otot. Jangan lupa serat dari sayur dan buah supaya pencernaan tetap lancar. Hindari sahur yang terlalu manis atau berminyak karena bisa membuat kamu cepat lapar.

2. Hindari Balas Dendam saat Berbuka

Setelah seharian menahan lapar, godaan makan berlebihan memang besar. Namun, makan dalam porsi besar sekaligus bisa membuat berat badan naik tanpa terasa. Mulailah dengan air putih dan kurma secukupnya, lalu beri jeda sebelum makan utama. Dengan cara ini, kamu memberi waktu tubuh untuk “bangun” dan mengontrol rasa lapar secara alami.

3. Perhatikan Porsi, Bukan Hanya Jenis Makanan

Makanan sehat tetap bisa bikin berat badan naik kalau porsinya berlebihan. Gunakan prinsip piring seimbang: setengah untuk sayur dan buah, seperempat untuk protein, dan seperempat untuk karbohidrat. Dengan kontrol porsi yang konsisten, berat badan kamu cenderung lebih stabil meski pola makan berubah selama Ramadhan.

4. Batasi Gorengan dan Makanan Tinggi Gula

Gorengan dan minuman manis memang identik dengan suasana berbuka. Tapi konsumsi berlebihan bisa membuat asupan kalori melonjak tanpa kamu sadari. Cobalah batasi frekuensinya, misalnya hanya 1-2 kali seminggu. Pilih alternatif seperti camilan panggang atau buah segar agar tubuh tetap mendapat nutrisi yang lebih baik.

5. Tetap Aktif Bergerak

Puasa bukan alasan untuk malas bergerak. Kamu tetap bisa melakukan aktivitas ringan seperti jalan santai setelah berbuka atau sebelum sahur. Jika ingin olahraga, pilih intensitas ringan hingga sedang dan hindari waktu menjelang berbuka agar tidak dehidrasi. Aktivitas fisik membantu menjaga metabolisme tetap stabil.

6. Cukupi Kebutuhan Cairan

Kurang minum bisa memperlambat metabolisme dan memicu rasa lapar palsu. Terapkan pola 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Dengan hidrasi yang cukup, tubuh kamu bisa bekerja lebih optimal dan berat badan lebih terkontrol.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore