
Ilustrasi orang yang mengalami sakit maag. (Istimewa)
JawaPos.com-Dokter umum lulusan Universitas Indonesia dr. Irwan Heriyanto mengatakan masalah pencernaan seperti maag dan keluhan vertigo menjadi gangguan kesehatan yang paling umum terjadi pada saat menjalani ibadah puasa karena adaptasi pola makan.
“Jadi maag dan gerd itu pemicunya yakni asam lambung itu sendiri, kenapa? karena pola makannya tidak dijaga, tidak teratur, dia beradaptasi. Yang biasanya dia makan biasa tiba-tiba sahur. Begitu buka puasa, ngeliat makanan tuh kayaknya semuanya pengen dimakan, yang dipilih yang manis-manis, nah itu yang akan memacu juga dari asam lambung, itu tiba-tiba maag atau dispepsia,” kata Irwan dalam diskusi Indonesia Health Insight Report Q1 2026 bersama Halodoc di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan maag bisa menjadi Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD jika asam lambung sudah naik ke kerongkongan yang menyebabkan heart burn atau rasa terbakar di dada. Ini karena asam di lambung yang memiliki ph sangat rendah membakar dinding kerongkongan.
Masalah kesehatan yang juga identik selama bulan puasa adalah vertigo karena berubahnya pola tidur, dengan gejala rasa pusing berputar tiba-tiba.
Irwan menjelaskan hal ini disebabkan adanya perubahan pola tidur karena perlu menyiapkan makanan sahur, dan juga karena kurangnya asupan cairan yang cukup sehingga pusat keseimbangan di telinga atau vestibular terganggu.
“Ini juga bisa menyebabkan rasa pusing berputar seperti itu dan kalau bangun juga jangan langsung bangun itu juga bisa jatuh, kita bangun juga harus pelan-pelan,” katanya.
Irwan mengatakan vertigo juga disebabkan karena pemilihan makanan yang menyebabkan berkurangnya elektrolit dalam tubuh, dan juga kebiasaan mengonsumsi kafein yang bersifat diuretik sehingga bisa memicu dehidrasi.
Selain maag dan vertigo, masalah kesehatan lain seperti sembelit, radang tenggorokan dan muncul keluhan jerawat juga menjadi beberapa keluhan masyarakat saat menjalani ibadah puasa.
Ia menyarankan untuk menghindari masalah kesehatan tersebut bisa dengan memperbanyak hidrasi dan bisa mengatur pola tidur maksimal jam 10 malam untuk mengurangi peradangan.
Menurut laporan kesehatan kuartal pertama 2026 yang dikeluarkan Halodoc, konsultasi keluhan maag dan vertigo bersamaan meningkat 68 persen pada saat bulan Ramadhan, 20 persen merasakan sembelit selama Ramadhan hingga Idul Fitri dan 13 persen konsultasi radang tenggorokan meningkat di minggu pertama puasa. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022