
Ilustrasi gangguan tidur, insomnia.
JawaPos.com - Ada sejumlah tanda yang perlu diperhatikan orang tua untuk mengenali kemungkinan gangguan kesehatan mental pada remaja. Salah satu gejala yang paling mudah dikenali adalah perubahan pola tidur, seperti sulit tidur atau sering terbangun di malam hari.
Menurut Psikolog Keluarga Pritta Tyas, gangguan kesehatan mental pada remaja memiliki spektrum yang luas. Namun, orang tua dapat mulai mengamati apakah perubahan perilaku anak sudah mengganggu aktivitas sehari-harinya.
"Kalau mau disederhanakan, indikatornya yang pertama, apakah anak remaja ini mengalami permasalahan di kesehariannya. Misalnya rutinitas makan, entah nafsu makannya berkurang atau bahkan binge eating, jadi semakin stres semakin larinya ke makanan," kata Pritta, Rabu (1/7).
Selain pola makan, perubahan pola tidur juga menjadi tanda yang patut diwaspadai. Ia mengatakan bahwa orang tua perlu memperhatikan apabila anak mulai mengalami kesulitan tidur, sering terbangun pada malam hari, atau tidur yang tidak nyenyak hingga disertai mimpi buruk.
"Apakah anak remaja kita ini bermasalah dengan misalnya sulit tidur, atau tidurnya terbangun-bangun, atau pada saat tidur terbangun terus berkeringat karena mimpi yang tidak enak," jelasnya.
Pritta juga meminta orang tua mengamati apakah anak kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya sangat disukai. Misalnya, remaja yang biasanya bersemangat mengikuti latihan sepak bola atau menari tiba-tiba enggan mengikuti kegiatan tersebut tanpa alasan yang jelas.
"Biasanya hobi banget soccer, biasanya hobi banget dancing, terus tiba-tiba bilang, 'Ah malas, enggak mau berangkat.' Dan itu terjadi terus-menerus lebih dari dua sampai tiga minggu," tuturnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan tersebut perlu dilihat dalam konteks kehidupan anak. Jika remaja sedang menghadapi perubahan besar, seperti pindah rumah, pindah sekolah, orang tua bekerja di luar kota dalam waktu lama, atau kehilangan orang yang disayangi, perubahan emosi masih dapat dipengaruhi oleh kondisi tersebut.
Sebaliknya, apabila tidak ada perubahan besar tetapi gejala-gejala tersebut muncul secara intens dan berlangsung selama dua hingga tiga minggu, orang tua sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
