
Ilustrasi radang sendi./(Dok. Freepik)
JawaPos.com - Perempuan tercatat lebih sering mengalami penyakit radang sendi dibandingkan laki-laki, terutama jenis Artritis Rematoid (AR). Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah peran hormon estrogen yang dapat memicu gangguan pada sistem imun sehingga lebih rentan menimbulkan peradangan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Hasan Sadikin Bandung, dr Andry Reza Rahmadi, SpPD, MKes, menjelaskan bahwa hormon estrogen memang memiliki pengaruh kuat terhadap mekanisme autoimun dalam tubuh. Karena itu, sejumlah penyakit autoimun, termasuk Artritis Rematoid, jauh lebih banyak dialami perempuan.
“Perbandingan kasus AR antara perempuan dan laki-laki adalah sekitar 4 banding 1. Sementara pada lupus bahkan bisa mencapai 9 banding 1. Artinya, dari sembilan perempuan yang terkena, baru satu laki-laki. Ini menunjukkan estrogen memang berperan,” ujar dr Andry dalam keterangannya, Minggu (21/12).
dr Andry yang juga merupakan anggota Indonesian Rheumatology Associations (IRA) menerangkan, penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali jaringan sendiri sebagai ancaman. Akibatnya, sistem imun justru menyerang tubuh, termasuk persendian.
“Seharusnya sistem imun melindungi tubuh, tapi pada kondisi autoimun justru menyerang jaringan sendiri. Di sendi, reaksi ini memicu peradangan yang ditandai dengan nyeri, bengkak, kemerahan, dan rasa panas,” jelasnya.
Ia menambahkan, peradangan tersebut tidak hanya menimbulkan nyeri, tetapi juga dapat menyebabkan demam serta keterbatasan gerak sendi karena banyaknya sel imun yang terlibat dalam proses peradangan.
Artritis Rematoid sendiri merupakan penyakit autoimun sistemik yang bersifat progresif. Penyakit ini ditandai dengan peradangan kronis pada beberapa sendi dan kerap disalahartikan sebagai asam urat oleh masyarakat. Padahal, AR memiliki mekanisme dan dampak yang berbeda.
Secara global, AR diperkirakan menyerang lebih dari 21 juta orang di dunia. Sementara di Indonesia, dari hampir 270 juta penduduk, diperkirakan sekitar 360 ribu orang menderita Artritis Rematoid.
Karena bersifat sistemik, dampak AR tidak hanya terbatas pada sendi. Penyakit ini juga dapat melibatkan organ dan sistem tubuh lain, sehingga deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serta menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
