
Lansia menjalani screening pemeriksaan gangguan pendengaran. (Istimewa)
JawaPos.com-Gangguan pendengaran menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum dialami kelompok lanjut usia di Indonesia. Namun pemeriksaannya masih sering terabaikan.
Kondisi tersebut terlihat di Pekanbaru ketika 250 lansia mengikuti pemeriksaan pendengaran dan menerima alat bantu dengar dalam sebuah kegiatan kolaboratif antara tenaga medis dan sejumlah lembaga.
Program yang diikuti para pensiunan ASN, TNI–Polri, dan lansia umum itu mencakup screening pendengaran, pemeriksaan kesehatan dasar, hingga pemberian alat bantu dengar bagi peserta yang memenuhi kriteria medis.
“Kondisi keuangan daerah terbatas, sementara kebutuhan masyarakat cukup besar. Program pemeriksaan seperti ini penting untuk menutup celah layanan kesehatan lansia,” kata dia melalui keterangannya.
Salah satu peserta, Edward Tampubolon mengaku baru menyadari tingkat keparahan gangguan pendengarannya setelah menjalani pemeriksaan.
“Telinga kiri saya sudah tidak berfungsi. Selama ini hanya mengandalkan telinga kanan,” kata dia.
Setelah mendapatkan alat bantu dengar, dia merasa komunikasi sehari-harinya menjadi lebih mudah meski belum optimal. “Sangat membantu. Lima tahun lebih saya alami ini,” tutur dia.
Perwakilan penyelenggara, Plt Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama mengatakan kegiatan ini bagian dari layanan kesehatan rutin yang dibuka bagi para pensiunan.
“Tujuannya agar para lansia bisa tetap sehat, aktif, dan tidak terpinggirkan dari akses layanan kesehatan dasar,” ungkap Maswar.
Dia menekankan bahwa penyediaan alat bantu dengar dilakukan melalui proses asesmen medis sehingga diberikan hanya kepada peserta yang benar-benar membutuhkan.
Maswar menambahkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya juga dilakukan di sejumlah daerah dan akan dilakukan kembali sesuai kebutuhan masyarakat lansia.
Dengan semakin banyaknya lansia yang hidup lebih panjang, kebutuhan layanan pendengaran diprediksi meningkat. Namun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memeriksakan telinga masih rendah, sementara akses pemeriksaan THT di tingkat daerah juga belum merata.
Kegiatan di Pekanbaru ini kembali menegaskan bahwa alat bantu dengar bukan sekadar perangkat elektronik, tetapi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup dan mencegah dampak sosial maupun psikologis yang lebih serius pada lansia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022