
Ilustrasi gangguan pendengaran.
JawaPos.com - Implan koklea telah lama jadi salah satu inovasi untuk mengatasi masalah ketulian. Dengab perangkat medis elektronik yang ditanam melalui operasi, seseorang dengan gangguan pendengaran berat hingga tuli bisa mendengar kembali. Berbeda dengan alat bantu dengar yang hanya memperkeras suara, implan koklea bekerja dengan cara merangsang langsung saraf pendengaran sehingga suara yang diterima menjadi lebih jelas.
Terbaru, muncul implan koklea pintar Cochlear Nucleus Nexa System. Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) Bedah Kepala dan Leher Siloam Hospital, dr. Eko Teguh Prianto, Sp.THT-KL mengatakan bahwa implan koklea ini ternyata mampu membuat pendengaran menjadi lebih jelas dengan tingkat keandalan mencapai 99,76 persen. Hal ini membuka harapan baru bagi pasien dengan gangguan pendengaran di Indonesia.
“Sistem ini didukung oleh tingkat keandalan implan yang telah terbukti tinggi, mencapai 99,76 persen, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi pengguna,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (26/4).
Inovasi di bidang kesehatan pendengaran ini dihadirkan oleh Cochlear Ltd melalui teknologi terbaru mereka, Cochlear™ Nucleus® Nexa™ System. Sistem ini dirancang sebagai implan koklea pintar yang memungkinkan pengguna tetap terhubung dengan perkembangan teknologi di masa depan melalui pembaruan perangkat lunak langsung pada perangkat implan.
“Nexa System merupakan implan koklea pintar pertama dan satu-satunya di dunia yang menghadirkan terobosan signifikan dalam solusi pendengaran. Cochlear bangga dapat menghadirkan inovasi ini di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperluas akses terhadap teknologi pendengaran yang lebih canggih dan berkelanjutan," ujar Ashish Joshi, Marketing Director Cochlear untuk Asian Growth Markets.
"Melalui inovasi ini, kami berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para pengguna, sekaligus mendukung transformasi dalam penanganan gangguan pendengaran di Indonesia," lanjutnya.
Berbeda dari generasi sebelumnya, teknologi ini menjadi yang pertama dilengkapi memori internal serta firmware yang dapat diperbarui. Dengan kemampuan tersebut, pengguna tidak hanya mengandalkan prosesor suara, tetapi juga dapat menikmati pembaruan inovasi langsung dari sistem implan seiring waktu.
Di Indonesia, distribusi teknologi ini didukung oleh Kasoem Hearing Center. Perwakilannya, Trista Kasoem, menilai kehadiran sistem ini sebagai lompatan besar dalam layanan bagi pasien gangguan pendengaran.
“Teknologi ini merupakan lompatan besar dalam dunia implan pendengaran. Dengan adanya sistem yang dapat terus diperbarui, pasien tidak hanya mendapatkan solusi untuk saat ini, tetapi juga akses terhadap inovasi di masa depan. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik dan berkelanjutan bagi pasien di Indonesia,” ujar Trista.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
