Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 November 2025 | 06.33 WIB

Bukan Hanya DBD, Gigitan Nyamuk Juga Memicu Penyakit Kaki Gajah dengan Dampak Fisik dan Mental Permanen

Ilustrasi nyamuk menggigit seseorang dan menularkan berbagai penyakit (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi nyamuk menggigit seseorang dan menularkan berbagai penyakit (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kita mungkin sudah familiar dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, namun ternyata ada satu jenis penyakit lain yang juga ditularkan melalui gigitan nyamuk dan dampaknya juga bisa sangat mengerikan. Penyakit ini adalah filariasis limfatik atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit kaki gajah, dimana kondisi ini menimbulkan dampak buruk bagi fisik dan psikologis bagi penderitanya.

Berbeda dengan DBD yang gejalanya muncul dalam hitungan hari, penyakit kaki gajah berkembang secara perlahan dan dapat menyebabkan perubahan fisik permanen yang mengubah kehidupan penderita selamanya.

Penyakit kaki gajah atau Filariasis limfatik merupakan kondisi medis yang ditandai dengan pembengkakan ekstrem pada bagian tubuh tertentu, terutama kaki dan tungkai. Pembengkakan ini terjadi akibat penumpukan cairan limfatik yang tidak dapat mengalir dengan normal karena kerusakan pada sistem limfatik tubuh.

Nama "kaki gajah" sendiri berasal dari penampilan kaki yang membengkak sangat besar dan kulit yang menebal, menyerupai kaki gajah. Kondisi ini merupakan manifestasi kronis dari infeksi parasit yang telah berlangsung lama dan tidak mendapat penanganan yang tepat.

Penyebab utama dari penyakit kaki gajah adalah infeksi parasit yang dikenal sebagai filariasis, yaitu infeksi oleh cacing gelang mikroskopis yang masuk ke tubuh melalui gigitan nyamuk. Cacing-cacing kecil ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, namun di bawah mikroskop tampak seperti benang-benang halus yang hidup di dalam sistem limfatik manusia.

Selain itu, Cleveland Clinic juga turut menjelaskan tentang beberapa jenis cacing filaria yang bisa menjadi penyebab utama atas penyakit ini, seperti:

  • Wuchereria bancrofti menyumbang 9 dari 10 kasus infeksi.
  • Brugia malayi yang menyebabkan sebagian besar kasus sisanya.
  • Brugia timori dapat menginfeksi meskipun kasusnya jauh lebih jarang. 

Ketiga jenis cacing ini memiliki siklus hidup yang serupa dan semuanya ditularkan melalui gigitan nyamuk yang membawa larva parasit tersebut. Ketika nyamuk menggigit manusia, larva masuk ke dalam aliran darah dan kemudian bermigrasi ke sistem limfatik, tempat mereka tumbuh menjadi cacing dewasa. Cacing dewasa ini dapat hidup bertahun-tahun dalam tubuh manusia, terus berkembang biak dan merusak sistem limfatik secara progresif.

Gejala yang muncul pada penderita filariasis pun dapat bervariasi, dan sekitar 2 dari setiap 3 orang yang terinfeksi filariasis limfatik tidak mengalami gejala yang parah. Namun, infeksi filariasis biasanya menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah, yang membuat penderita lebih rentan terhadap infeksi lain. Beberapa gejala yang mungkin dialami oleh penderita meliputi:

  • Peradangan 

Kondisi ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang bekerja secara berlebihan untuk melawan infeksi parasit. Peradangan dapat muncul di berbagai bagian tubuh yang terinfeksi, menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada area yang terkena.  

  • Limfedema

Penumpukan cairan dalam sistem limfatik menjadi salah satu gejala khas dari penyakit ini. Cairan limfatik yang seharusnya mengalir dengan lancar menjadi terhambat akibat kerusakan pembuluh limfa oleh cacing parasit. Pembengkakan yang terjadi dapat bersifat progresif dan semakin memburuk jika tidak ditangani dengan baik.

  • Hidrokel

Khusus pada pria, infeksi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan penumpukan cairan di area skrotum. Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman dan dapat memengaruhi fungsi reproduksi jika tidak mendapat penanganan medis yang tepat.

  • Edema

Pembengkakan dan penumpukan cairan dapat terjadi pada jaringan di seluruh tubuh, tidak hanya terbatas pada kaki. Edema ini membuat bagian tubuh yang terkena menjadi berat, sulit digerakkan, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderita.

Tidak hanya itu, penyakit kaki gajah ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Seperti yang dilansir dari Hello Sehat, beberapa komplikasi ini mungkin saja terjadi pada penderita filariasis limfatik.

1. Kecacatan Permanen

Filariasis dapat mengakibatkan kecacatan yang bersifat permanen pada penderitanya, terutama pada bagian tubuh yang mengalami pembengkakan ekstrem. Pembengkakan yang terus-menerus dan tidak terkontrol dapat merusak jaringan dan struktur tubuh secara irreversible. Kecacatan ini tidak hanya memengaruhi penampilan fisik, tetapi juga sangat membatasi mobilitas dan kemampuan penderita untuk melakukan aktivitas normal. Kondisi ini pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas dan kemandirian penderita dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore