
Tiga rumah sakit NHS berbeda akan menguji efektivitas alat AI dalam diagnosis dan penentuan terapi kanker prostat. (The Guardian)
JawaPos.com — National Health Service (NHS) Inggris tengah mengambil langkah strategis menuju masa depan medis berbasis kecerdasan buatan (AI). Sejumlah rumah sakit di bawah jaringan NHS akan menguji teknologi AI yang dirancang untuk membantu diagnosis serta menentukan terapi paling tepat bagi penderita kanker prostat, penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada pria di seluruh dunia.
Program riset tiga tahun ini bernama Vanguard Path, dengan nilai pendanaan mencapai £1,9 juta atau sekitar Rp41,6 miliar (kurs Rp21.920 per pound sterling). Proyek ini dipimpin oleh tim ilmuwan dari University of Oxford dan didanai oleh Prostate Cancer UK.
Studi tersebut akan menguji alat analisis biopsi bernama ArteraAI Prostate Biopsy Assay terhadap lebih dari 4.000 pria, guna mengukur efektivitasnya dalam mendeteksi serta memetakan tingkat risiko kanker prostat.
Dilansir dari The Guardian, Selasa (4/11/2025), alat berbasis AI ini bekerja dengan menganalisis citra digital hasil biopsi prostat untuk menghasilkan skor risiko yang disesuaikan dengan kondisi individu. Teknologi tersebut sebelumnya telah diuji di Amerika Serikat dan terbukti dapat mengenali pasien dengan kanker prostat berisiko tinggi yang paling berpotensi merespons obat Abiraterone secara optimal.
Penelitian lanjutan di Inggris akan menilai sejauh mana keakuratan dan prediksi alat tersebut berlaku di lingkungan klinis nyata NHS. Uji coba dilakukan di tiga lokasi, yaitu North Bristol NHS Trust, Oxford University Hospitals NHS Foundation Trust, serta NHS Greater Glasgow and Clyde.
Para dokter di lokasi tersebut akan menerima hasil analisis dari ArteraAI bersamaan dengan proses pengobatan standar, untuk menilai apakah teknologi ini mampu mempercepat dan mempertajam keputusan medis.
Menurut Matthew Hobbs, Direktur Riset Prostate Cancer UK, alat ini memiliki potensi besar untuk mengubah paradigma penanganan kanker prostat.
“Jika ini berhasil diterapkan, maka satu alat ini bisa digunakan di seluruh spektrum kasus, dari yang ringan hingga agresif, untuk membantu dokter mengambil keputusan yang sangat penting bagi kehidupan pasien,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa penerapannya di NHS membutuhkan pembuktian bahwa teknologi tersebut valid secara ilmiah, efisien secara biaya, dan berpengaruh nyata terhadap keputusan pengobatan.
Sementara itu, Profesor Gerhardt Attard dari University College London, yang pernah terlibat dalam penelitian Abiraterone, menilai uji coba ini sebagai langkah penting. “Pendekatan ini telah menunjukkan hasil baik di uji klinis, tetapi tantangan sesungguhnya adalah bagaimana teknologi tersebut bekerja di lingkungan NHS yang kompleks dan berbeda. Inilah yang akan diuji dalam studi ini,” katanya.
Dari perspektif kebijakan publik, pemerintah Inggris melihat inisiatif ini sebagai bagian dari transformasi menuju sistem kesehatan digital yang lebih modern.
Menteri Kesehatan Publik dan Pencegahan, Ashley Dalton, menegaskan bahwa proyek ini menunjukkan kekuatan teknologi untuk mempercepat diagnosis dan meningkatkan efektivitas terapi.
“Dengan memanfaatkan AI dan meninggalkan sistem lama, kita dapat mengubah perawatan kanker, mendiagnosis lebih dini, merawat lebih efisien, dan meningkatkan pengalaman pasien,” tutur Dalton.
Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat mengatasi dua masalah utama dalam pengobatan kanker prostat: risiko pengobatan berlebihan terhadap pasien dengan kondisi ringan, serta keterlambatan terapi bagi pasien berisiko tinggi.
Dengan pendekatan berbasis data dan prediksi personal, ArteraAI dapat membantu dokter menentukan siapa yang membutuhkan tindakan segera dan siapa yang cukup dipantau secara berkala.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022