
Ilustrasi kanker payudara.
JawaPos.com - Lebih dari 90 persen perempuan di Indonesia tercatat belum pernah melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Padahal, deteksi dini terbukti mampu menurunkan angka kematian akibat kanker payudara secara signifikan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi tenaga kesehatan dan lembaga sosial karena rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi penghambat utama upaya pencegahan kanker.
Menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) resmi menginisiasi Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Payudara.
Direktur Komersial IHC dr. Harmeni Wijaya mengatakan bahwa langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional yang menitikberatkan pada pencegahan, edukasi, serta deteksi dini sebagai garda terdepan dalam menekan angka kematian akibat kanker.
“Perubahan besar dalam kesehatan masyarakat tidak selalu dimulai dari ruang operasi, tetapi dari ruang kesadaran,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/10).
Ia menegaskan bahwa rumah sakit harus menjadi tempat edukasi dan gerakan sosial, bukan sekadar tempat berobat.
Sementara itu, Ketua YKPI Linda Amalia Sari menekankan bahwa rendahnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini berakibat fatal.
“Selama ini, sekitar 70 persen pasien yang terdiagnosis kanker payudara meninggal dunia karena datang dalam kondisi sudah terlambat,” tegasnya.
Ia berharap gerakan nasional ini mampu menggugah lebih banyak perempuan untuk melakukan SADARI secara rutin dan memeriksakan diri sejak dini.
Di sisi lain, dr. Harmeni menyebut bahwa RSPP kini menghadirkan layanan One Day Care Chemotherapy yang memungkinkan pasien menjalani kemoterapi tanpa rawat inap. Dengan statusnya sebagai COE Onkologi, RSPP memberikan layanan komprehensif mulai dari diagnosis, bedah onkologi, radioterapi, hingga rehabilitasi dan dukungan psikososial bagi pasien.
“Kami ingin memperkuat peran rumah sakit sebagai health movement center, tempat masyarakat tidak hanya mendapat layanan, tapi juga edukasi, empati, dan inspirasi untuk hidup lebih sehat,” tukas dr. Harmeni.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022