
Penjelasan dr. Junaidi Sp.B soal pencegahan kanker payudara. (Istimewa)
JawaPos.com–Kasus kanker payudara masih menjadi ancaman utama bagi perempuan di Indonesia. Berdasar data IARC Indonesia pada 2024, kanker payudara masih menjadi jenis kanker dengan kasus terbanyak pada perempuan Indonesia, yakni mencapai 66.271 kasus baru.
Kondisi ini mendorong pentingnya deteksi dini dan edukasi kesehatan sebagai langkah pencegahan yang semakin mendesak. Termasuk melalui berbagai kegiatan berbasis komunitas di tingkat masyarakat.
Menurut Dokter Spesialis Bedah Umum dari Eka Hospital Bekasi dan Eka Hospital Permata Hijau, dr. Junaidi, Sp.B, gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain munculnya benjolan di payudara, perubahan bentuk atau tekstur kulit, hingga keluarnya cairan dari puting.
”Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri (SADARI) setiap bulan, terapkan gaya hidup sehat untuk mengurangi faktor risiko, serta pemeriksaan oleh tenaga kesehatan (SADANIS) secara berkala agar perubahan dapat terdeteksi lebih awal," kata Junaidi dalam sebuah talkshow Hari Kesehatan Sedunia (World Health Day) PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.
Selain melakukan pemeriksaan rutin, menjalankan gaya hidup sehat juga menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Hal ini semakin relevan mengingat inflasi medis di Indonesia jauh melampaui rata-rata global, bahkan diproyeksikan mencapai 17,8 persen tahun ini menurut Health Trends Report 2026, yang turut mendorong kenaikan biaya perawatan kesehatan dan obat-obatan.
”Kami berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan layanan kesehatan preventif, termasuk mendorong pemantauan kesehatan secara rutin. Upaya ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam memperkuat pendekatan promotif dan preventif guna menekan beban penyakit sejak dini,” ungkap Chief Risk & Compliance Officer Prudential Indonesia Maria Rosalinda.
Melalui kolaborasi dengan Prudential Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia, perusahaan berupaya untuk turut membuka akses layanan kesehatan yang lebih luas, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit.
Salah satunya melalui program Desa Maju Prudential (DMP) yang telah dijalankan sejak 2020 bersama Habitat for Humanity Indonesia. DMP menekankan peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan, termasuk Pelatihan Konstruksi Dasar dan Rumah Sehat, Promosi Higiene dan Pola Hidup Sehat, serta Pelatihan Pengelolaan Sampah untuk Masyarakat.
Dengan pendekatan terintegrasi mencakup infrastruktur, pendidikan, lingkungan, dan kapasitas masyarakat, program ini menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Sepanjang 2025, program DMP telah menjangkau 18.160 penerima manfaat di Desa Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat dengan 1.861 penerima bantuan langsung dan 16.299 penerima bantuan tidak langsung.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
