
Seorang wanita yang sedang melakukan pemeriksaan gigi (dok. stocksy)
JawaPos.com - Menemukan gigi yang tiba-tiba goyang bisa menjadi pengalaman yang mengkhawatirkan, terutama bagi orang dewasa. Tidak seperti masa kanak-kanak, gigi permanen seharusnya tidak bergerak atau tanggal dengan sendirinya. Kondisi ini sering kali menjadi tanda adanya masalah pada gusi, tulang rahang, atau bahkan penyakit sistemik seperti osteoporosis.
Dalam banyak kasus, gigi goyang masih bisa diselamatkan jika ditangani oleh profesional gigi dengan cepat. Namun, jika kerusakan sudah parah, dokter mungkin perlu mencabut gigi tersebut dan menggantinya dengan implan atau jembatan gigi.
Pilihan Perawatan untuk Gigi Goyang
Dilansir dari Medical News Today, perawatan gigi goyang sangat bergantung pada penyebabnya. Jika masalah berasal dari penyakit gusi, dokter mungkin melakukan scaling dan root planing, yaitu pembersihan mendalam untuk menghilangkan plak dan bakteri di bawah garis gusi. Langkah ini dapat membantu memulihkan jaringan gusi dan memperkuat penyangga gigi.
Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat meresepkan obat kumur antiseptik atau antibiotik untuk mempercepat penyembuhan infeksi. Jika jaringan gusi dan tulang telah rusak, tindakan operasi gusi atau cangkok tulang mungkin diperlukan guna menumbuhkan kembali struktur penyangga gigi yang hilang.
Selain itu, alat bantu seperti bite splint atau retainer dapat membantu mengurangi tekanan akibat kebiasaan menggertakkan gigi, terutama saat tidur. Bagi penderita diabetes, mengendalikan kadar gula darah juga menjadi bagian penting dari perawatan karena penyakit ini dapat memperburuk masalah gusi.
Jika gigi sudah terlepas, dokter gigi mungkin menyarankan pemasangan jembatan gigi atau implan. Jembatan gigi bekerja dengan cara menempelkan mahkota pada dua gigi sehat di samping area yang kosong, sementara implan menanamkan akar buatan ke tulang rahang untuk menopang gigi tiruan yang tampak alami.
Penyebab Gigi Goyang pada Orang Dewasa
Dilansir melalui Medical News Today, penyebab paling umum dari gigi goyang adalah penyakit gusi atau periodontitis. Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan plak yang tidak dibersihkan dengan baik. Plak yang mengeras menjadi karang gigi akan menarik gusi dari permukaan gigi, menciptakan celah tempat bakteri berkembang. Lama-kelamaan, jaringan dan tulang penyangga gigi akan rusak, membuat gigi menjadi longgar.
Selain penyakit gusi, kehamilan juga bisa memicu gigi goyang. Peningkatan hormon estrogen dan progesteron dapat memengaruhi jaringan dan tulang di sekitar gigi, membuatnya lebih mudah bergeser. Meskipun kondisi ini biasanya bersifat sementara dan membaik setelah melahirkan, pemeriksaan gigi selama kehamilan tetap penting untuk memastikan tidak ada infeksi gusi yang tersembunyi.
Cedera fisik juga dapat menyebabkan gigi longgar. Pukulan keras pada wajah, kecelakaan, atau kebiasaan menggertakkan gigi saat stres dapat melemahkan struktur pendukung gigi. Sering kali, orang tidak menyadari kebiasaannya sampai muncul rasa nyeri pada rahang atau gigi terasa tidak stabil.
Penyebab lainnya adalah osteoporosis, yaitu kondisi ketika kepadatan tulang menurun sehingga tulang rahang melemah. Jika tulang rahang kehilangan kekuatannya, gigi bisa menjadi goyang atau bahkan tanggal. Obat-obatan tertentu untuk osteoporosis, seperti bisfosfonat, dalam kasus langka juga dapat menyebabkan gangguan tulang rahang yang dikenal sebagai osteonekrosis.
Baca Juga: Mengapa Seseorang Tidak Bisa Menangis? Kenali Penyebab Medis, Emosional, dan Cara Mengatasinya
Langkah Pencegahan Agar Gigi Tetap Kuat
Mencegah gigi goyang dimulai dari perawatan kebersihan mulut yang konsisten. Menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar dan menggunakan benang gigi setiap hari dapat membantu mencegah penumpukan plak penyebab penyakit gusi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
