
Seorang wanita yang mengeluarkan air mata (dok. freepik)
JawaPos.com - Menangis adalah bentuk reaksi alami manusia terhadap tekanan, kesedihan, maupun rasa sakit. Namun, sebagian orang justru merasa sulit atau bahkan tidak bisa menangis sama sekali, meski tengah dilanda emosi yang kuat. Kondisi ini bukan semata karena seseorang “tidak perasa”, tetapi bisa dipicu oleh faktor medis, gangguan emosional, atau bahkan pengaruh lingkungan sekitar.
Fenomena tidak bisa menangis dapat menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran sedang menghadapi gangguan tertentu. Mulai dari kondisi mata yang kering, efek samping obat, hingga perasaan hampa akibat depresi, semua dapat berperan dalam menghambat keluarnya air mata.
Faktor Medis yang Menghambat Air Mata
Dilansir dari Medical News Today, beberapa kondisi medis dapat membuat seseorang sulit atau bahkan tidak mampu menangis. Salah satunya adalah keratoconjunctivitis sicca, atau yang dikenal sebagai mata kering. Gangguan ini membuat permukaan mata kekurangan pelumas alami sehingga menimbulkan sensasi perih, panas, atau seolah ada benda asing di dalam mata. Dalam kasus parah, mata menjadi terlalu kering hingga tidak bisa memproduksi air mata.
Selain itu, sindrom Sjögren juga dapat menyebabkan kondisi serupa. Melansir dari Medical News Today, ini adalah penyakit autoimun yang menyerang kelenjar penghasil kelembapan, termasuk kelenjar air mata dan air liur. Akibatnya, mata terasa perih, terbakar, dan kering sepanjang waktu.
Penggunaan obat-obatan tertentu pun bisa memperburuk keadaan. Pil kontrasepsi, antidepresan jenis SSRI, hingga antihistamin diketahui mampu mengurangi produksi air mata. Bahkan, penelitian menunjukkan penggunaan lensa kontak dapat memperparah gejala mata kering pada sebagian orang.
Pengaruh Lingkungan dan Faktor Emosional
Selain penyebab medis, lingkungan sekitar juga berperan besar dalam menurunkan kemampuan seseorang untuk menangis. Tinggal di daerah dengan iklim kering atau sering terpapar asap dan polusi dapat membuat mata kehilangan kelembapannya.
Namun, faktor yang lebih sering terjadi adalah penekanan emosi. Sebagian orang terbiasa menahan perasaan sedih, marah, atau kecewa karena tidak ingin tampak lemah. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memengaruhi sistem emosional otak sehingga seseorang kehilangan kemampuan untuk mengekspresikan perasaannya melalui tangisan.
Kondisi lain yang berhubungan dengan hilangnya respon emosional adalah anhedonia, yaitu ketidakmampuan merasakan kesenangan. Biasanya muncul sebagai gejala depresi, anhedonia membuat seseorang merasa hampa dan tidak mampu menangis meski hatinya sedih.
Pada kasus depresi melankolis, perubahan emosi menjadi lebih dalam lagi. Penderitanya sering merasa putus asa, kehilangan minat terhadap dunia sekitar, dan tampak datar secara emosional. Semua perubahan tersebut membuat mereka sulit merasakan dorongan untuk menangis, bahkan saat menghadapi kehilangan atau penderitaan berat.
Keyakinan dan Budaya tentang Menangis
Di beberapa lingkungan sosial, menangis sering dianggap sebagai tanda kelemahan. Banyak orang, terutama laki-laki, tumbuh dengan keyakinan bahwa air mata adalah simbol ketidakmampuan mengendalikan diri. Tekanan budaya dan sosial semacam ini dapat membuat seseorang secara sadar menahan tangisan, hingga akhirnya tubuh terbiasa untuk tidak merespons emosi dengan cara itu lagi.
Rasa malu karena pernah diejek saat menangis juga bisa menimbulkan efek jangka panjang. Orang yang terus-menerus menekan emosinya atas dasar pandangan sosial mungkin merasa sulit untuk kembali membiarkan dirinya menangis meski hatinya sangat ingin.
Mengembalikan Kemampuan untuk Menangis
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
